BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Petani Manggis Sukabumi Tak Bisa Ekspor ke Cina, Dampak Virus Corona

×

Petani Manggis Sukabumi Tak Bisa Ekspor ke Cina, Dampak Virus Corona

Sebarkan artikel ini
Warga Cibolang, Kabupaten Sukabumi saat menyortir buah manggis.

Dampak Terhadap Ekspor Manggis ke Cina

Sebelum Ada Wabah Virus Corona

Bank bjb Tandamata

-2017, di Kecamatan Gunungguruh ekspor buah manggis ke Cina mencapai 1.000 ton dengan harga jualnya mencapai Rp 2 miliar
-2018, ekspornya menurun menjadi 500 ton dengan harga jual Rp 1 miliar
-Untuk skala Kabupaten Sukabumi, ekspor manggis ke negeri Cina mencapai 3.000 ton pertahunnya.

Setelah Ada Wabah Virus Corona

– 16 ton buah manggis dari satu kontainer untuk ekspor ke China, dikembalikan.
– Akibatnya, kerugian ditaksi mencapai Rp1 Milyar.
– Se-Jawa Barat, sekitar 288 ton manggis dari 18 kontainer dipulangkan saat hendak ekspor China.
– Akibatnya, kerugian ditaksir mencapai Rp5 Milyar.
– Manggis Sukabumi biasanya di jual untuk ekspor China dengan harga mulai dari Rp30 ribu sampai Rp45 ribu perkilogram.
-Akibat tak bisa ekspor, petani terpaksa menjual manggisnya ke pasar induk Bandung, Jakarta dan Surabaya.
– Harga jual di pasar lokal hanya Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kilogramnya.

SEPUTARAN SENTRAL MANGGIS EKSPOR SUKABUMI

1. Buah yang dikenal dengan sebutan ratunya buah-buahan tropis ini merupakan salah satu komoditas hortikultura ekspor andalan Kabupaten Sukabumi.
2. Di Kabupaten Sukabumi terdapat tiga kecamatan yang menjadi daerah sentral produksi manggis ekspor.
– Kecamatan Gunungguruh.
– Kecamatan Cikembar.
– Kecamatan Cicantayan.

3. Dari semua kecamatan yang ada di Kecamatan Gunungguruh, paling banyak ditemukan pohon manggis di Desa Cibolang.
– Desa Cibolang memiliki luas lahan perkebunan manggis sekitar 50 hektare
– Ditanami 5.000 pohon.
– Setiap kali panen, penghasilannya tembus diangka 1.000 ton.