SUKABUMI — Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) adalah tol paling lama pengerjaanya setelah ditetapkan pada tahun 1997 baru terlaksana pada tahun 2016.
Namun, hingga kini Tol Bocimi belum sepenuhnya rampung sampai Sukabumi. Mengingat Exit Tol yang dibuka secara permanen baru sampai Cigombong, artinya Tol Bocimi Seksi I baru sampai Kabupaten Bogor.
Belakangan, sejak tanggal 15 April 2023 kemarin, tol Bocimi Seksi II Cigombong-Cibadak yang memiliki Exit Tol di Parungkuda untuk kedua kalinya dibuka secara fungsional. Bedanya, sebelumnya dibuka satu arah, kali ini dibuka dua arah.
Berdasarkan catatan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) jalan tol sepanjang 54 km memiliki sejarah panjang, dari mangkrak, hingga gonta-ganti investor. Diketahui, pemenang lelang investasi jalan tol yang diperkirakan menelan biaya Rp 7,7 triliun.
Namun, tanda tangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Konsorsium Bukaka Teknik Utama baru dilakukan pada tahun 2007, atau berselang 10 tahun sejak penetapan pemenang.
Konsorsium saat itu memiliki komposisi PT Bukaka Teknik Utama sebesar 35%, PT Graha Multitama Sejahtera 32,5% dan PT Karya Perkasa Insani menguasai 32,5% saham PT Trans Jabar Tol, pengelola Jalan Tol Bocimi
Meski PPJT sudah diteken, namun pekerjaan konstruksi belum juga dikerjakan. Baru pada April 2011, pencanangan atau yang umum dikenal dengan istilah groundbreaking jalan tol Bocimi dilakukan. Namun pekerjaan konstruksi tak juga dimulai.
Pada tahun 2011, juga terjadi perubahan struktur pemegang saham. Grup Bakrie menjadi pemegang saham pengendali atas PT Trans Jabar Tol. Komposisi pemegang saham kala itu adalah Bakrie Toll Road 60%, PT Marga Sarana Jabar 25% dan PT Bukaka Teknik Utama 15%.
Dengan pemegang saham baru, groundbreaking kedua tol Bocimi dilakukan pada Desember 2011. Namun, hal ini tak memberi banyak perubahan. Konstruksi tol Bocimi tetap belum bisa dilakukan.
Tahun 2014, tepatnya pada pemilu saat itu, Grup MNC mengakuisisi PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha Grup Bakrie yang menguasai 5 ruas jalan tol termasuk Bocimi. Bakrie Toll Road pun berganti nama menjadi MNC Toll Road. Sejak saat itu, penguasaan tol Bocimi secara resmi berpindah tangan dari Grup Bakrie ke Grup MNC.
Pasca pengambilalihan, Grup MNC menargetkan groundberaking ketiga bisa dilakukan pada awal tahun 2015. Sayang, hal itu urung dilakukan hingga akhirnya terjadi perubahan pemegang saham lagi.






