Saat ini, 10 Kepala Keluarga (KK) yang terancam pergerakan tanah itu, masih bertahan di rumahnya masing-masing.
“Mereka tetap waspada, apalagi kalau hujan kembali turun. Takut longsorannya semakin meluas,” ujarnya.
Untuk memastikan kondisi wilayah tersebut, aman atau tidaknya untuk di tinggali warga, maka pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk meminta kajian tekhnis yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung terkait pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.
“Iya, untuk memastikan situasi dan kondisi tempat tersebut, harus ada pengkajian dulu dari tim geologi.
Nanti, bila sudah masuk surat permohonan dari pemerintah setempat ke BPBD, maka BPBD akan melayangkan surat untuk meminta tim geologi untuk melakukan pengkajian.
Rencananya, hari ini mau melayangkan surat permohonannya. Namun, kalau laporan dan koordinasi sudah dilakukan untuk tindakan selanjutnya,” bebernya.
Sementara itu, Koordinator ProBumi Indonesia Sukabumi Asep Has mengatakan, akibat hujan deras yang terjadi pada beberapa waktu lalu itu, mengakibatkan hekataran lahan pesawahan dan lahan perkebunan, tanahnya bergeser dan anjlok.
“Selain itu, dari 10 rumah warga yang terancam pergerakan tanah tersebut, tiga rumah diantaranya kondisinya sudah ada retakan. Bila tidak segera diantisipasi atau dievakuasi dikhawatirkan terjadi bencana susluan,” pungkasnya. (den/d)






