“Memang tidak semua lokasi di Kabupaten Sukabumi masuk pada zona merah. Tetapi ada beberapa bagian zona waspada,” papar Marwan.
Untuk menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya meminta kepada seluruh warga Kampung Gunungbatu meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih lagi, intensitas curah hujan saat ini dapat berpotensi terhadap bencana susulan.
“Saya harap semua pihak terlibat langung untuk mengantisipasi perihal siaga antara penduduk. Terutama bagi masyarakat untuk tidak membuat rumah di perbukitan yang rawan bencana longsor,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marwan yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi ini menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa peralatan cangkul, garpuh, roda sorong dan paralon untuk pipanisasi air.
Sementara itu, Koordinator Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, saat ini kondisi retakan tanah di kampung tersebut semakin meluas.
Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana alam ini, telah menyebabkan 69 rumah rusak berat dan 40 rumah terancam.
“Saat ini, baru ada 354 jiwa terdiri dari 109 rumah dan 110 Kepala Keluarga (KK) yang kami evakuasi ke tempat lebih aman yang berada di lahan pasar dekat Desa Kertaangsana,” katanya.
Saat kejadian pergeraka tanah, sambung Daeng, petugas BPBD Kabupaten Sukabumi langsung meninjau lokasi untuk melakukan penanganan dan membuat pos darurat bencana.
Selain itu, pihaknya juga langsung menyiapkan lahan evakuasi dan lahan pengungsian. “Kami sudah mengevakuasi dan pendataan korban. Selain membuat tenda darurat, kita juga membuatan dapur umum serta pos kesehatan,” pungkasnya. (den/t)






