Sebagai solusi alternatif, KPH Sukabumi mendorong warga beralih ke kegiatan penyadapan getah. “Kami siap fasilitasi warga yang ingin beralih profesi. Bahkan, kami butuh 100 orang untuk kegiatan penyadapan,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan sedikitnya empat lubang tambang baru. Namun, diperkirakan masih banyak lubang lain yang belum terdeteksi. “Waktu kami terbatas, tapi tujuan utama adalah memberikan edukasi agar masyarakat menghentikan aktivitas tambang liar,” kata Udai.
Kegiatan penertiban melibatkan sekitar 20 personel gabungan dari KPH, BKPH, TNI, Polri, dan aparat kecamatan.(ndi/d)



