Pemkot Sukabumi Bongkar 943 PKL di 7 Titik, Ini Datanya

petugas meratakan lapak
Salah seorang pedagang yang menempati salah satu lapak di Jalan Perniagaan nampak pasrah setelah petugas meratakan lapak yang sudah lama dirinya tempati untuk berjualan pada Sabtu (12/2).

CIKOLE– Pemerintah Kota Sukabumi sudah mulai melakukan penertiban dan penataan Pedagang Kaki Lima yang berada di pusat kota Sukabumi.

Kurang lebih sekitar 943 Pedagang kaki lima yang berada di 7 ruas jalan yakni, ke Jalan Pasar, Gang Arab, Jalan Stasiun Barat Kanopi A, Jalan Stasiun Barat, dan Jalan Harun Kabir, Jalan Perniagaan dan Jalan Statiun Timur.

Bacaan Lainnya

Di hari pertama pada 12 Februari, petugas gabungan membongkar lapak pedagang yang berada di dua lokasi yakni, Jalan Stasiun Timur dan Jalan Perniagaan atau yang dikenal dengan Gang.

Bahkan rencananya pembongkaran ini akan berlanjut sampai 10 hari kedepan dengan menyisir lapang pedagang di ruas jalan lainnya.

Kabid Penegak Perda pada Dinas Pol PP, Sihombing mengatakan, penertiban yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari surat peringatan ketiga.

Di mana para pedagang wajib mengosongkan lapak dagangannya di tujuh ruas jalan yang biasanya digunakan untuk berdagang.

“Ya, sesuai peraturan dan SP3 yang sudah kita berikan, bahwa hari ini batas waktu untuk mengosongkan lokasi berjualan di tujuh ruas jalan yang sudah ditentukan,”ujar Sihombing disela-sela kegiatan pembongkaran, Sabtu (12/2).

Menurut Sihombing, kegiatan penertiban para pedagang ini sudah dilakukan sesuai prosedur, yakni dengan memberikan himbauan hingga melayangkan surat peringatan ke satu, dua, dan ketiga.

Apalagi, sebelumnya sempat ada pemunduran jadwal pembongkaran lantaran melihat beberapa aspek.

“Awalnya tanggal 8 Februari namun mundur hingga akhirnya diputuskan tanggal 12 februari hari ini. Alasan kemunduran tersebut untuk memberikan kelonggaran dan keleluasaan para pedagang supaya beralih ke tempat yang sudah disediakan yakni di Pasar Pelita,” tambahnya.

Rencananya sambung dia, pembongkaran ini akan berlangsung hingga tanggal 20 Februari mendatang dengan jadwal pembongkaran yang sudah ditentukan. “Bertahap, sekarang disini dulu nanti di lokasi lain dan kita targetkan sampai tanggal 20 Februari,” imbuhnya.

Sementara itu, Peneribatan PKL yang sudah memasuki hari kedua mendapatkan respon dari para pedagang dan warga masyarakat Kota Sukabumi.

Seperti halnya dikatakan oleh, Warga Jalan Perniagaan, Yannie Sri sangat mengapersiasi keputusan dari pemerintah Kota Sukabumi yang melakukan penataan para PKL.

Kondisi 20 tahun lalu silam kembali muncul, saat ini di seputaran jalan tersebut terlihat lebih bersiih. Dirinya sangat mendukung dalam terwujud Kota yang Religius, Nyaman, dan Sejahtera.

“Ya, saya tentunya mendukung atas keputusan Wali Kota Sukabumi kita yang menertibkan PKL. Karena ini kan sebagai salah satu upaya membuat pasar yang terlihat bersih dan asri, selain itu juga pertokoan akan semakin nampak terlihat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh Hartati yang kini usianya genap 87 tahun. Sejak kecil dirinya menjadi warga Kota Sukabumi bertahun tahun melihat suasana Jalan Perniagaan nampak terlihat kumuh dengan adanya PKL yang membuat lapak dagangan di depan pertokooan.

Padahal, saat dahulu di lokasi tersebut tak ada satupun pedagang. Bahkan, jalanan dijadikan tempat bermain semasa kecil. “Dulu nih waktu saya masih kecil dari lahir saya sudah jadi warga sini. Nah, pedagang di depan toko tuh ga ada. Pokoknya suasana nya bersih, rapih.

Pas ada PKL jadi keliatan kumuh gelap. Sekarang di bongkar saya bersyukur jadi bisa bernostalgia masa dahulu,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *