Aksi pengeroyokan puluhan pelajar ini, berhasil dihentikan setelah warga setempat membubarkan mereka secara paksa. Setelah membubarkan puluhan pelajar, korban langsung dibawa oleh warga dan teman se-kampungnya menggunakan sepeda motor Klinik Bebita Cicurug. “Setelah itu, keluarga korban yang mendengar kejadian tersebut, kemudian menyusul ke Klinik Bebita,” timpalya.
Saat tiba di Klinik Bebita, pihak klinik menyarankan membawa korban ke layanan rumah sakit. Tidak menunggu lama, akhirnya keluarga korban langsung bergegas mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhakti Medicare Cicurug. “Saat dibawa ke Ruma Sakit Bhakti Medicare Cicurug, korban sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
“Rencananya, jenazak korban akan di bawa ke RSUD Kramat Jati Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.
Hingga berita ini terbit, wartawan dari Radar Sukabumi belum mendapatkan keterangan secara resmi dari pihak Kepolisian, terkait dugaan pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Cicurug meninggal dunia. pungkasnya. (Den)






