BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMIKOTA SUKABUMI

Pegawai Damkar Sukabumi Masuk PDP Corona

SUKABUMI – Penyebaran virus corona atau Covid-19 memang tak pandang bulu. Bahkan, banyak petingi yang dinyatakan fositif virus tersebut. Di Kabupaten Sukabumi pun, satu pegawai pemerintah di Dinas Pemadam Kebakaran masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Pasien PDP pegawai Damkar ini, belum terkonfirmasi Covid-19. Meski begitu, kita tetap waspada dan dilakukan upaya-upaya pemantauan dan penyelidikan survaillance bagi keluarga maupun dengan orang yang melalukan kontak erat disekitarnya.

Termasuk di pegawai Damkar nya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan Damkar,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid kepada Radar Sukabumi, kemarin (27/3).

Sedangkan, dalam menghadapi arus mudik dari ibu kota, maka pemerintah telah mempersiapkan langkah dan strategi untuk di wilayah yang berbatasan dengan Sukabumi. Seperti melakukan pemeriksaan dan penyemprotan desinfektan dan antiseptic bagi penduduk yang akan masuk ke wilayah Sukabumi. “Upaya ini untuk mengantisipasi para pemudik yang dikhawatirkan membawa virus Covid-19,” lanjutnya.

Untuk update jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terhitung pada Jumat (27/3) sekira pukul 11.00 WIB, jumlah total ODP dari awal hingga saat ini terdapat 233 orang. Namun yang selesai pemantauan, terdapat 31 orang. Untuk yang masih dalam pemantauan petugas medis terdapat 202 orang.

Sementara jumlah PDP terdapat 31 orang. Namun yang selesai masa pengawasan medis dan dinyatakan sembuh terdapat 15 orang dan masih dalam pengawasan 16 orang. Jumlah ODP dan PDP tersebut, lebih besar bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni pada Kamis (26/3) sekira pukul 12.00 WIB

Dimana, jumlah total ODP terdapat 214 orang. Namun yang selesai pemantauan terdapat 30 orang. Sementara yang masih dalam pemantauan petugas medis terdapat 184 orang. Sedangkan, jumlah PDP terdapat 26 orang. Namun, yang selesai masa pengawasan medis dan dinyatakan sembuh terdapat 15 orang dan masih dalam pengawasan 11 orang.

Harun mengatakan, penyebab kenaikan jumlah ODP dan PDP di Kabupaten Sukabumi ini, telah dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya, karena saat ini petugas survaillance pelacakannya sudah mulai intensif di dalam penemuan pasien dengan gejala ODP.

“Selain itu, tingginya mobilitas penduduk untuk pulang ke Sukabumi dari daerah zona merah, karena dianggap wilayah Sukabumi aman dan terus meningkatnya kontak erat dengan ODP,” kata Harun yang juga sebagai Juru Bicara

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button