Pedestrian Ahmad Yani Kota Sukabumi Dikeluhkan Pengendara dan Warga, Material Berserakan, Bepotensi Menimbulkan Kecelakaan

Pedestrian Ahmad Yani Kota sukabumi
Proyek pembangunan pedestrian Jalan A Yani, Kota Sukabumi, kondisinya semraut, Selasa (25/10).

SUKABUMI — Sejumlah pengendara dan warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, kembali menyoal proyek pengerjaan Pedestrian Jalan Ahmad Yani. Warga menilai, proses pengerjaan yang dilakukan PT Bachtiar Marpa Prima tidak propesional dan tidak safety dalam menyimpan material pembangunan sehingga menghambat arus lalu lintas.

Dari pantuan Radar Sukabumi, material pembangunan berupa pasir nampak berserakan hingga menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, para pengendara harus ekstra waspada saat melintas jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Batu kerikil ini bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas jika dibiarkan berserakan di badan jalan,” ungkap salah seorang pengendara, Fajar (28) kepada Radar Sukabumi, Selasa (25/10).

Fajar menilai, proses pengerjaan proyek pembangunan dengan nilai sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat tersebut seharusnya dikerjakan dengan propesional dan mengutamakan keselamatan.

“Masa nilai proyek sebesar ini dilakukan sembarangan, tolong pengembang bisa membenahinya jangan sampai menghambat arus lalu lintas. Kalau terjadi kecelakaan mau siapa yang tanggungjawab,” cetusnya.

Hal senada diungkapkan, Ketua RW10 Kelurahan Kebonjati Mauly Fahlevi Prawira menyayangkan kinerja kontraktor yang dinilai tidak propesional.

Terbukti, selain menyimpan material pembangunan sembarangan juga pelaksanan pembangunan tidak mengikuti prosedur. Misalnya saja, tidak dipasangnya pelang pembangunan, penggunaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tidak adanya rambu proyek hingga pembatas pembangunan.

“Tumpukan pasir ini disimpam di pinggir jalan sejak kemarin, sehingga ketika hujan besar pasir ikut hanyut menutup badan jalan. Selain itu, saat di lapangan pun banyak pelanggaran yang oleh pelaksana proyek dan saya yakin pekerja pelaksana pun tidak di daftarkan BPJS Ketenagakerjaan kemudian plang proyek saat ini tidak ada,” jelasnya.

Mauly juga menyayangkan, pihak pengembang kurang bersosialisasi dan memperdulikan lingkungan sekitar.

“Kegiatan proyek ini sangat mengganggu, dikarenakan pelaksana kegiatan pembangunan itu tidak memperhatikan dan mempedulikan terkait praktisi dan penggiat lingkungan di sekitar. Dari mulai pejalan kaki, pedagang kaki lima pertokoan hingga juru parkir yang setiap hari bertugas,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang perwakilan PT Bachtiar Marpa Prima, Salman tidak membantah terkait kondisi pasir yang berserakan di badan Jalan A Yani tersebut. “Ya, karena faktor hujan, sehingga belum sempat dirapihkan,” singkatnya.

Sementara itu, persoalan tersebut ramain menjadi perbincangan di salah satu akun Instagram. Mereka melayangkan kekecewaannya dengan kondisi tersebut, bahkan salah satu akun atas nama rovykecil27 mengaku mengalami kecelakaan akibat gundukan tanah tersebut.

“Saya baru tadi subuh kecelakaan gara-gara gundukan tanah itu posisi hujan besar tadi subuh, mobil saya ancur, mohon dibantu biar gak ada korban lainnya,” ujarnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *