BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMIKOTA SUKABUMI

Pebaikan Jalan Lingsel Sukabumi Jangan Grasak Grusuk, Sayang Anggaran Besar, Jika Dua Bulan Rusak Lagi

×

Pebaikan Jalan Lingsel Sukabumi Jangan Grasak Grusuk, Sayang Anggaran Besar, Jika Dua Bulan Rusak Lagi

Sebarkan artikel ini
Perbaikan jalan Lingkar Selatan (lingsel) Sukabumi diminta tidak grasak grusuk
Perbaikan jalan Lingkar Selatan (lingsel) Sukabumi diminta tidak grasak grusuk

SUKABUMI — Perbaikan jalan Lingkar Selatan (lingsel) Sukabumi diminta tidak grasak grusuk, artinya jika jalan diperbaiki secara kejar target bisa mempengaruhi kepada kualitasnya jalan itu sendiri.

Hal tersebut dikatakan oleh pengamat kebijakan publik UF Center Ujang Fahpulwaton, menurutnya adanya target Gubernur Ridwan Kamil yang beberapa waktu lalu jalan Lingsel bisa digunakan untuk mudik lebaran adalah hal yang tidak masuk akal, pasalnya pada proses perencanaan pembangunan jalan tersebut harus memakan waktu 4 bulan setengah.

Bank bjb Tandamata

Artinya jika dipaksakan harus selesai maka dikhawatirkan kualitas jalannya tidak sesuai. “Bagi saya ketika ada perbaikan jalan kejar target, itu tidak baik. Nantinya berpengaruh kepada kualitas jalannya sendiri. Pasalnya perbaikan jalan itu memerlukan waktu dan tenaga, tidak bisa dipercepat sesuai keinginan gubernur. Disana ada mekanisme yang harus ditempuh, “jelas Director Executive UF Center

Dirinya menilai, jika pengerjaan dipercepat artinya akan ada penambahan tenaga dan jam kerja. Namun, hal itu juga apakah hasilnya akan maksimal jika perbaikan jalan tersebut ditarget begitu singkat.

“Jangan sampai dengan adanya target yang tidak masuk akal, bisa menjadi beban kontraktor dan akhirnya pekerjaanya asal-asalan, misal sebelum di Hotmik kan tentu ada proses penambalan terlebih dahulu, nah kalau dipercepat gini asal asal hotmit bisa saja, cuma dalam hitungan bulan bisa kembali rusak, “tegasnya.
Belum lagi kondisi jalan yang sering dilewati oleh Truk Odol (Over kapasitas) bisa membuat jalan tersebut cepat rusak. Apalagi kontur jalan Lingsel tersebut masih labil mengingat sebagian tanahnya digunakan dari lahan pesawahan.

“Harapan saya, pekerjaan lingsel ini harus disesuaikan saja dengan waktu, jangan diburu-buru atas kepentingan gubernur yang saat-saat ini dikritik masyarakat akibat banyak jalan rusak. Ini duit besar sekali bukan kecil, jangan sampai perbaikan satu dua bulan rusak lagi, “tukasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Abdul Muiz melakukan monitoring perbaikan jalan Lingkar Selatan (Lingsel) Sukabumi. Menurutnya, pemeliharaan jalan Provinsi Jawa Barat tepatnya ruas jalan Cibolang-Baros hingga jalan pembangunan menggunakan anggaran senilai Rp34.3 Milyar lebih untuk pemeliharaan 11 Kilometer lebih dengan waktu pelaksaan 4 setengah bulan.

“Alhamdulillah aspirasi dan keluhan masyarakat Sukabumi terjawab sudah terkait dengan kondisi jalan jalur Cibolang yang banyak gelombang dan berlobang, yang tentunya sangat membayakan pengguna jalan. Terlebih paska musim penghujan yang relatif panjang menambah keparahan kondisi jalan. Saya mengapresiasi Pemprov Jabar yang telah mengalokasikan anggaran lebih dari 34,3 Milyar melalui Dinas Bina Marga dan Penataan ruang UPTD II, “jelas Abdul Muiz.