CIKOLE – Pertemuan singkat antara PDI Perjuangan dan PKB yang berlangsung Rabu siang (18/10), di sebuah hotel ternama di bilangan Kebonjati, Kota Sukabumi, akhirnya berbuah koalisi.
PDIP maupun PKB sepakat untuk berkubu dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang. Disamping itu jargon yang digunakan atas penggabungan kedua partai politik dengan basis massa tersebut adalah Koalisi Gotong Royong.
“Alhamdulillah hari ini koalisi gotong royong sudah terbangun. Koalisi ini terbangun benar-benar dilandasi kesamaan persepsi serta visi misi, terutama dalam hal pilkada,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi, Tatan Kustandi.
Dengan adanya koalisi ini, maka PDIP telah memenuhi syarat dalam pengusungan satu paket pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota 2018-2023. Tatan menyebutkan, sebelum dibangunnya koalisi, PDIP hanya memiliki suara atau keterwakilan di parlemen kurang dari 20%.
Begitu juga dengan PKB. Namun setelah disatukan, maka PDIP-PKB memiliki kekuatan penuh untuk mengusung pasangan kandidat kepala daerah. ” Kita PDIP saja belum mencapai 20 persen. Dengan koalisi dengan PKB ini kita sudah memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Ketua DPC PKB Kota Sukabumi Havidz Sutansyah mengaku perjalanan untuk membangun koalisi bersama dengan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu kerap diwarnai godaan. Meski demikian Havidz tidak merinci godaan yang dimaksudnya.
“Saya merasakan banyaknya godaan untuk bisa hadiri di acara koalisi ini. Tapi nyatanya deklarasi sudah berjalan lancar. Kami semakin sinergi dalam menjalani setiap langkah politik, Akhirnya kami merasa yakin dan siap untuk menjadi peserta pilkada,” ujar Havidz. (Ikbal)





