Selain itu, Ginting juga mengaku turut berdukacita atas insiden yang merugikan materi sekitar Rp500 juta ini. Ia berharap, ke depan tidak terjadi lagi bencana dan masyarakat sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan. Karena dikhawatirkan, gelombang tinggi susulan terjadi kembali.
“Informasinya, gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi sampai pada 27 Juli mendatang. Tentu kami mengajak masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaannya. Semoga kita selalu dilindungi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, akibat gelombang setinggi enam meter yang terjadi pada dua hari lalu itu, selain 28 warung dan 2 hanggar motor yang rusak parah, juga satu warga Kampung Karangpapak, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Juanda (52) mengalami luka ringan di bagian kakinya.
Ketua Basarda Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Asidik mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi sampai pada 27 Juli. Adapun ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 6 meter. “Adapun penyebabnya ini karena angin dari timur tengah bertiup kencang. Sehingga dampaknya, gelombang pun meningkat,” timpalnya.
Akibat gelombang tinggi yang terjadi kemarin, Okih menyebutkan sebanyak 28 warung milik warga rusak berat hingga rata dengan tanah dan satu bangunan mengalami rusak ringan di Pantai Kebonkalapa Karanghawu.




