“Korban pada saat di rawat di ruang isolasi rumah sakit, ia mengeluhkan rasa sesak nafas, demam dan tidak bisa buang air besar. Setelah itu, petugas medis telah melakukan tindakan pompa jantung dan pada akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.
Saat pasien tersebut memasuki RSUD Jampangkulon, korban mengeluhkan penyakit dengan gejala yang mengarah kepada gejala Covid-19. Untuk menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan, akhirnya pasien tersebut dirawat di ruangan isolasi Covid-19 RSUD Jampangkulon dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
“Berdasarkan hasil dari pemeriksaan melalui ravid test, pasien tersebut negatif Covid 19,” ujarnya.
Untuk memastikan kematian korban, ujar Chaerul, petugas medis RSUD Jampangkulon telah mengambil sample dahak dari belakang hidung dan tenggorokan untuk memastikan pasien tersebut positif dan tidaknya akibat Covid-19.
“Sampel tersebut sudah dikirim ke pusat untuk dilakukan penelitian,” paparnya.
Saat ini, pihak tenaga medis di RSUD Jampangkulon belum dapat memastikan korban tersebut terjangkit Covid-19 atau tidaknya. Lantaran, hasil ravid test menyatakan negatif Covid 19.
Meski demikian, pasien mengalami keluhan yang mengarah kepada gejala Covid-19 seperti adanya sesak nafas serta demam.
“Untuk menentukan hasilnya, maka tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dahak yang dikirim ke pusat,” timpalnya.






