Saat awal memutuskan untuk berangkat ke Palu, saya sempat menahannya agar mengurungkan niatnya. Namun tetap saja suami saya berangkat,” bebernya.
Diakui Wati, saat kepulangan korban ke kampung halamannya ia terus melakukan komunikasi. Karena, ia ingin memastikan suaminya tiba di rumahnya dengan selamat dan lancar. “Kami keluarga terus komunikasi pada saat pemulangan. Untuk biaya ongkos pulang, semua gratis hingga dari Balikpapan dan transit di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta kemudian pulang ke Simpenan dengan mobil travel,” katanya.
Sementara itu, tetangga korban, Pipin (50) menyebutkan kepulangan Heri membuat semua warga dan sanak keluarga terus berdatangan ke kediamannya. Isak tangis pun tak bisa terhindarkan melihat kondisi korban. Saat tiba pun, Heri terlihat masih dalam keadaan shock dan butuh istirahat.
“Heri diperikan menempuh perjalana selama 8 jam. Makanya mungkin masih harus beristirahat setelah melewati perajalan jauh. Mungkin besok heri (hari ini. red) sudah bisa di ajak bicara,” tandasnya.(cr1/e)



