Sementara itu, gelombang tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tengah hingga mengakibatkan korban ratusan jiwa, tak hanya membuat trauma masyarakat terdampak bencana. Tetapi, kejadian itu juga berdampak luas ke daerah lain yang berada di pesisir pantai.
Tak terkecuali pantai selatan Palabuhanratu. Selain membuat was-was, musibah di Sulawesi Tengah juga membuat pantai yang biasanya ramai pengunjung kini sepi.
Salah seorang pedagang di pantai Citepus mengakui, setelah adanya informasi dipemberitaan becana tsunami di Palu, pengunjung ke tempat Pantai Citepus dalam kurun waktu dua hari sepi pengunjung.
“Saya miris melihat bencana tsunami di Palu, dan saya ikut berduka atas kejadian tersebut. Meski disini tidak terkena dampak cuaca ektrim, tetap saya sebagai pribumi yang menggantungkan hidup dengan buka rumah makan seafood tetap waspada,” ujar Mba Siti (34) warga Kampung/Desa Citepus kepada koran ini, kemarin (30/9).
Menurut Siti, biasanya pengunjung ke rumah makanya selalu ramai oleh wisatawan. Namun pasca adanya bencana di Palu, pengunjung mengalami penurunan sekitar 60 persen.





