Palabuhanratu Jadi Tempat Wisata Balas Dendam

Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, .

PALABUHANRATU — Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, belum membuka objek wisata. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini masih banyak masyarakat yang mengunjungi tempat wisata salah satunya Pantai Palabuhanratu yang hingga saat ini masih menjadi primadona para wisatawan baik lokal maupun luar daerah.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, sejak Minggu (21/6) pagi, sejumlah wisatawan sudah membludak di Pantai Palabuhanratu tersebut untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

Bacaan Lainnya

“Saya bersama keluarga berangkat dari rumah sekitar pukul 5.30 WIB, menuju objek wisata di Pantai Karanghawu, Palabuhanratu.

Hanya sekedar rekreasi saja, karenakan selama masa pandemi kan terbatas keluar rumah. Kalau sekarangkan sudah mulai News Normal, jadi bolehlah berwisata bareng keluarga,” ungkap salah seorang wisatawan asal Kecamatan Jampangtengah, Yandi Supriadi (30) kepada Radar Sukabumi, (21/6).

Lebih lanjut Yandi mengatakan, selama diperjalanan tidak menemukan adanya cek poin yang dilakukan petugas. Selain itu, Yandi juga mengaku tidak mengetahui jika pemerintah belum membuka objek wisata di Kabupaten Sukabumi.

“Saya tidak tau kalau objek wisata ditutup sementara, karena memang di pantai juga banyak wisatawan yang datang. Kalau misalkan ditutupkan mungkin sudah tidak diperbolehkan orang yang datang, lah ini masih banyak pengunjung,” paparnya.

Hal senada diungkapkan, pengunjunglainnya asal Bogor, Deni (40) mengaku tidak mengetahui jika objek wisata di Palabuhanratu masih di tutup.

“Karena teman-teman saya juga banyak yang sudah berkunjung, jadi Minggu ini kami sekeluarga memutuskan untuk mengunjungi Pantai Palabuhanratu ini.

Alhamdulillah selam perjalanan lancar, meskipun arus lalu lintasnya padat merayap karena banyak pengnjung yang datang,” paparnya.

Deni berharap, massa pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai karena sangat berdampak terhadap semua aspek kehidupan salah satunya perekonomian yang saat ini tengah terpuruk.

“Selain itu, ruang gerak jugakan dibatasi sehingga hal ini yang membuat kami kerepotan untuk beraktivitas. Mudah-mudahan pandemi ini bisa segera selesai agar segera kembali normal,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait