Catat ! Paksa Masuk Jakarta Dikarantina 14 Hari

  • Whatsapp
Petugas memeriksa pengendara disimpang Pos Polisi Gadog. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Rabu (27/5/2020). Pemeriksaan tersebut guna memperketat aturan PSBB di Wilayah Kabupaten Bogor dampak pemeriksaan tersebut sejumlah kendaraan dipaksa putar balik. Foto : Hendinovian / Radar Bogor

JAKARTA – Upaya mencegah arus balik mudik terus dilakukan. Setelah pemberlakuan surat izin keluar masuk (SIKM), Polri mencoba mengatur teknis pembelakuannya. Bila ada yang memaksa masuk Jakarta tanpa SIKM, maka diwajibkan karantina selama 14 hari.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa setiap orang yang masuk Jakarta harus memiliki SIKM. Surat itu hanya berlaku untuk satu orang, bila dalam satu mobil ada lima orang tentunya SIKM harus ada lima. ”Kalau hanya satu orang yang membawa SIKM ada beberapa pilihan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Pilihan pertama, pemilik SIKM itu turun dari mobil dan melanjutkan dengan kendaraan lainnya. Penumpang yang tidak memiliki SIKM putar balik. ”Atau semua putar balik dan tidak masuk Jakarta,” tegasnya kemarin dalam konferensi pers online.

Selanjutnya, bila ada orang yang memaksa masuk tanpa SIKM. Maka, sesuai koordinasi dengan Gugus Tugas Covid 19, orang tersebut dikenakan karantina selama 14 hari. ”Artinya, mereka masuk Jakarta tapi harus sesuai protocol kesehatan,” paparnya.

Untuk lokasi karantina yang menentukan adalah Satuan Tugas Covid 19 DKI Jakarta. Menurutnya, belum diketahui lokasinya. Kemungkinan masih dipersiapkan. ”Untuk memastikan tidak ada yang lolos tanpa karantina, kami sudah memiliki pos berlapis di tiap titik masuk,” paparnya.

Untuk jumlah kendaraan yang telah diputar balik, selama operasi ketupat telah mencapai 87.636 kendaraan. Hingga saat ini telah ada 710 kendaraan yang diamankan karena melanggar larangan mudik. Terdiri dari 698 travel, 8 angkutan barang dan 4 bus.

Selain transportasi darat, penggunaan SIKM juga diharuskan bagi penumpang kereta api. Setiap penumpang Kereta Api Luar Biasa yang akan berangkat dari dan menuju Stasiun Gambir diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk DKI Jakarta. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengungkapkan saat proses verifikasi berkas untuk membeli tiket, calon penumpang KLB dari dan menuju DKI Jakarta diharuskan menunjukkan SIKM. ”Ada serta berkas lainnya sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020,” ungkapnya.

Bagi calon penumpang yang berkasnya lengkap dan sesuai akan diizinkan oleh Tim Satgas Covid-19 yang ada di stasiun untuk membeli tiket kereta api di loket. Kebijakan ini menurut Joni juga berlaku bagi penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket mulai H-7. Jika tidak memiliki SIKM meski sudah memiliki tiket tidak diizinkan menggunakan KLB lalu tiket akan dikembalikan 100 persen.

Joni menambahkan sampai dengan siang 26 Mei KAI telah menjual 2.231 tiket KLB ke berbagai rute untuk perjalanan hingga 31 Mei. “Perjalanan KLB ini akan tetap kami jalankan untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Layanan KLB ini juga akan terus kami evaluasi pengoperasiannya,” ujar Joni. (idr/lyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *