PABUARAN — Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah bagian Sukabumi Selatan telah menyebabkan Sungai Citampian di Kampung Citampian, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, meluap dengan ketinggian sekitar 1,5 meter, Selasa (4/2).
Camat Pabuaran Asep Mulyani mengatakan, banjir bandang dari luapan Sungai Citampian ini, selain meredam pemukiman warga dan akses jalan umum, banjir tersebut juga telah menerjang puluhan hektare lahan pertanian padi yang baru berusia dua bulan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya saja terdapat lima rumah berserta kolam dan sekitar 40 hektare lahan pertanian warga yang terendam banjir,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Selasa (4/2).
Menurut Asep, banjir terjadi setelah wilayah tersebut di landa hujan deras sejak pukul 13.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Akibatnya, air Sungai Citampian langsung meluap dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dan meredam pemukiman warga serta puluhan hektare lahan pesawahan.
“Bencana banjir seperti ini, bukan pertama kalinya terjadi. Setiap hujan deras, pasti Sungai Citampian meluap,” imbuhnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihaknya bersama sejumlah perangkatnya langsung meninjau ke lokasi bencana banjir bersama pemerintah Desa Bantarsari dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), petugas Tarunga Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Pabuaran.
“Sekarang hujannya sudah mulai reda. Iya, Alhamdulillah, bada magrib airnya sudah berangsur surut,” paparnya.
Saat ini sejumlah petugas gabungan tengah melakukan peninjauan dan siap siaga di lokasi kejadian. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif pemerintah dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam.
“Kami khawatirnya nanti malam hujannya turun lagi. Iya, kalau ini terjadi pasti air akan kembali meluap. Untuk itu, petugas gabungan sekarang sedang siap siaga di lokasi bencana,” timpalnya.
Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga yang tinggal di bantaran Sungai Citampian untuk mengevakuasi keluarganya ke tempat yang lebih aman. “Iya, bisa tinggal di saudara terdekat mapun para tetangganya,” pungkasnya. (den/d)






