Ongkos Bus Palabuhanratu – Bogor Sukabumi Naik, Ini Besarannya

Situasi di terminal type B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
SAUSANA TERMINAL : Situasi di terminal type B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Minggu, (18/9).

SUKABUMI — Meskipun belum ada peraturan gubernur tentang penyesuaian tarif,  Tarif angkutan Bus Jursan Palabuhanratu-Bogor naik pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal itu diungkapkan Gun gun Gunawan pengelola terminal type B Palabuhanratu, sejauh ini pasca kenaikan BBM situasi penupang masih kondusif berdasarkan pantauanya dan juga pengecekan terhadap penumpang.

Bacaan Lainnya

Diakuinya, saat ini memang ada ditemukan dilapangan para penumpang komplain terhadap tarif yang dikeluarkan oleh pihak penyedia layanan angkutan bus jurusan Palabuhanratu – Sukabumi dan juga Palabuhanratu – Bogor.

“Belum ada pergub kaitan AKDP ini, tetapi dilapangan pengemudi menaikan sendiri tetapi tidak terlalu besar karena masih menunggu keputusan tarif yang dibuat pemerintah,” ujar Gun Gun kepada Radar Sukabumi. Minggu, (18/9).

“Dilapangan BBM naik, tarif disesuaikan diperhitungkan, alhamdulillah situasi lancar tidak jadi persoalan. Sudah saya tanya tanya kepengurus, jadi para sopir sudah saya sarankan memang jangan dulu menaikan tarif walaupun BBM naik, tetapi memang kata pengurus situasional,” sambungnya.

Dijelaskan Gun Gun, ada dua layanan Bis di terminal type B Palabuhanratu yakni bis MGI dan Putra Bahari tujuan Bogor dan Sukabumi kota, yang sudah menaikan tarif angkutan yakni sekitar Rp 5.000,- yang awalnya sebelum BBM naik dari Palabuhanratu menuju Bogor tarifnya sebesar Rp 50.000,- kini menjadi Rp 55.000,-. Sementara untuk Palabuhanratu menuju Sukabumi dari Rp 40.000,- kini menjadi Rp 45.000,-.

“Tapi memang kondisi penumpang pasca kenaikan BBM tidak ada peningkatan malah semakin menurun situasi penumpang sekarang, itu sejak covid hingga sekarangpun penumpang belum ada peningkatan masih dibawah seperti biasa,” jelasnya.

Masih kata Gun Gun dalam beberapa tahun kebelakang jumlah penumpang yang berangkat dari terminal type B ataupun yang turun sejak pagi hingga pukul 16.00 Wib sore jumlahnya mencapai 200 orang lebih namun saat ini turun drastis.

“Saat ini pemberangkatan dari sini Palabuhanratu menuju bogor bis paling 5 penumpang sampai 7 orang, kalau biasanya lebih dari 10 orang. Adapun turun bogor kesini sama juga biasanya itu lebih dari 10 orang sekarang menurun 5 sampai 6 orang,” bebernya.

Sementara itu, Dadan Purwaganda (45) sopir jurusan Palabuhanratu – Bayah mengaku saat ini kondisi penumpang menurutnya biasa biasa saja bahkan cenderung menurun dalam beberapa tahun belakangan ini, dan untuk tarif angkutan pasca naiknya harga BBM juga mengalami kenaikan yakni Rp 10.000,-

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.