November-Desember Sukabumi ‘Musim’ Bencana

Bencana Sukabumi
Bencana Sukabumi

SUKABUMI – Dua bulan kedepan (November-Desember), Sukabumi sepertinya bakal menghadapi ‘musim’ bencana. Pasalnya, berdasarkan koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa untuk puncaknya musim hujan akan terjadi dua bulan kedepan.

Untuk itu, dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam di masa musim penghujan ini, BPBD Kabupaten Sukabumi telah menetapkan wilayah terluas se Pulau Jawa dan Bali ini dengan status siaga bencana.

Bacaan Lainnya

Kesiap siagaan bencana ini, sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah daerah dalam menghadapi cuaca ekstrim yang diprediksi BMKG bakal terus melanda wilayah Sukabumi.

“Kami sudah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor terhitung sejak September 2021 lalu. Status waspada bencana ini, sudah diberlakukan hingga Februari 2021 mendatang,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) di BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Gonawan kepada Radar Sukabumi, Kamis (04/11/2021).

Berdasarkan hasil sementara dari BMKG, di akhir November sampai Desember 2021 diprediksi akan terjadi curah hujan tinggi disertai angin kencang yang dapat berpotensi terjadinya bencana alam. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, dirinya mengaku akan melakukan apel gabungan untuk siap siaga bencana alam.

“Untuk kegiatan apel kesiap siagaan bencana, akan dilaksanakan pada waktu dekat ini. Ini harus dilakukan untuk mempersiapkan personel dan peralatan. Namun, kita belum menentukan waktunya, sebab dibukanya harus langsung oleh pimpinan,” tambahnya.

Bukan hanya itu, BMKG juga telah meningkatkan kewaspadaannya perihal fenomena La Nina dan semua pihak disarankan agar terus melakukan koordinasi penta helix dalam meningkatkan kesiap siagaan dan pengurangan resiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La Nina.

“Iya, kita agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningtakan potensi bencana Hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor dan angin kencang,” beber Wawan.

Menurut Wawan, sudah hampir satu pekan lebih sejumlah wilayah atau kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi telah diterjang bencana alam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *