Dari keterangan saksi yang menemukan jasad Kalam Ilahi, polisi juga menemukan petunjuk penyebab korban meninggal saat sedang mencari ikan yakni akibat tersambar petir. Ini diperkuat dengan ditemukan kondisi lampu kapal yang dalam kondisi rusak dan terdapat tanda bekas terbakar.
Selain itu, pada tubuh korban, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Kemudian pihak korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap kasus ini murni karena musibah.
“Kami pun sudah berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Cianjur dan Polsek Agrabinta karena lokasi kejadiannya di wilayah hukum Polres Cianjur,” katanya.
Tenda mengatakan jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Di sisi lain, ia mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan yang ingin melaut untuk selalu waspada karena saat kondisi cuaca tidak menentu, bahkan cuaca ekstrem kerap melanda perairan laut selatan Jabar.(*)






