BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Nasib Buruh Semakin ‘Teu Pararuguh’

×

Nasib Buruh Semakin ‘Teu Pararuguh’

Sebarkan artikel ini

Ditempat terpisah, Ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Dadeng Nazarudin mengatakan, tetap menyampailan aspirasi atau tuntutan melalui spanduk dan orasi pada saat pembagian masker.

“Dalam rangka memperingati hari buruh sedunia ini yang bertepatan di bulan suci Ramadan dan di tengah bencana penyebaran virus corona. Kami DPC GSBI tetap memperingati hari buruh sedunia dengan bakti sosial,” kata Dadeng.

Bank bjb Tandamata

Adapun beberapa tuntutan, lanjut Dadeng diantaranya, menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law, tolak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat corona, menolak no work no pay akibat corona dan mendesak agar perusahaan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) 100 persen.

“Empat poin yang saat ini menjadi tuntutan kami. Salah satunya menolak PHK akibat dampak pandemi corona,” ucapnya.

Menurutnya, selain terus mendorong pemerintah dan pengusaha melaui LKS Tripartite untuk mengambil tidakan dan kebijakan agar sebisa mungkin tidak terjadi PHK, tidak memberlakukan no work no pay dan THR agar dipastikan untuk di bayar 100 persen.

“Kami juga terus berusaha memberikan penyadaran terhadap kawan-kawan buruh melalui serikatnya agar terus berjuang soal hak upah, THR dan kelangsungan kerja,” imbuhnya.

Dadeng menambahkan, GSBI bakal terus mendesak buyer dan brand agar dapat peduli terhadap para buruh.

“Ya, kami juga terus mendesak buyer dan brand agar mereka mau peduli terhadap para buruh yang selama ini telah memberikan tenaga dan pikirannya untuk produk-produk terbaik mereka,” pungkasnya. (bam/den/hnd)