Tak hanya itu, ia juga mengajak pemuda untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan berperan dalam membangun Indonesia ke depan. Salah satunya, kata dia, dengan menjaga pilkada yang damai, aman dan jangan mau diadu domba serta dipecah belah dan diprovokasi.
Ustaz Bachtiar mengatakan, dirinya tak setuju kalau dikatakan pilkada adalah pesta demokrasi. Pasalnya, pilkada menjadi bagian ibadah dalam memilih pemimpin.
“Silakan para pemuda dan masyarakat memilih pemimpin sesuai aspirasinya dengan cara konstitusional. Namun pilihan tersebut, nantinya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan inilah yang dimaksud pilkada bernilai ibadah,” pungkasnya. (cr16)





