Ia menyebutkan, Ariyanto tak melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA sederajat lantaran Ariyanto tak mau membebani orangtuanya.
Sebab, ayahnya, Maman (65) hanya buruh bangunan dan buruh tani yang penghasilannya tak menentu. Meski kakak-kakaknya terlihat memiliki usaha warung sembako.
Kakak Ariyanto, Marni (39) menyebutkan, awalnya Ariyanto sedang ikut membangun rumahnya. “Dia sedang ngaduk untuk bangun rumah saya. Ari dapat informasi katanya akan ada presiden ke Palabuhanratu. Pas dzuhur Ari istirahat dan menunggu di pinggir jalan.
Mendengar ada suara sirine patwal, ari langsung siap-siap mengejar dan berusaha mencolek presiden. Jelas saya kaget. Takutnya adik saya disangka penjahat, ” kata Marni.

Setelah Ari yang hanya mengenakan celana kolor pendek warna biru saja berusaha mengejar dan mencolek presiden, Marni pun sempat memarahinya. Terlebih Ariyanto tak beralaskan kaki.



