Distan ‘Jatuh Cinta’, Kadin Sebut Angka Rp270 Juta
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi ‘jatuh cinta’ pada aktivitas ekspor tanaman hias berupa bambu suji yang dilakukan oleh para petani Kabupaten Sukabumi yang bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Sukabumi ke Amerika Selatan.
Pasalnya, kegiatan ekspor pada tanaman hias yang memiliki nama latin Dracanea Sandreana diyakini dapat mendongkrak dan memulihkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani budidaya tanaman hias dimasa pandemi Covid-19.
Laporan: DENDI KUSUMA DIKOSAWARA, Sukabumi
HAL itu diakui oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska kepadar. Kepada Radar Sukabumi, Denis mengatakan dinasnya sangat mendukung secara penuh terkait petani tanaman hias yang tergabung dalam wadah Kelompok Tani Alamanda, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi itu.
Karena, mereka telah berhasil melakukan ekspor non pangan berupa bambu suji ke negara Amerika Latin. “Ekspor tanaman hias ini, kami lihat dapat terus berkembang dan itu juga kami yakini dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat petani tanaman hias di Kabupaten Sukabumi,” kata Denis Eriska kepada Radar Sukabumi.
Untuk itu, Distan akan menfasilitasi pengembangan kawasan tanaman hias berupa bantuan benih, pupuk, pestisida, green house dan sarana penunjang lainnya.
Selain itu, juga akan memfasilitasi bantuan sarana pasca panen dan bangsal pasca panen atau packing house serta penguatan kelembagaan berupa SL-GAP dan SL-GHP pada tanaman hias.
“Ini perlu kita lakukan untuk menumbuh kembangkan semangat para petani dalam melakukan budidaya tanaman hias. Terlebih lagi, pangsa pasarnya sudah jelas. Bahkan, sampai masuk ke Amerika Latin,” ujarnya.
Sebab itu, Distan sangat mendukung penuh terhadap upaya Kadin Kabupaten Sukabumi yang telah berhasil melakukan komitmennya dalam kerjasama besama para petani tanaman hias di Kabupaten Sukabumi.
Salah satunya bekerjsama dengan Kelompok Tani Alamanda, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi.
“Insya Allah, nanti kita akan mengikutsertakan poktan tanaman hias dalam even mall to mall dan festival bunga. Selain itu, kami juga akan bantu untuk melakukan sosialisasi perihal Sukabumi suka bunga berupa himbauan kepada perangkat daerah untuk memajang tanmhias di meja kantor dan diganti setiap dua minggu,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi, Tresna Wijaya kepada Radar Sukabumi mengatakan, tanaman hias untuk diekspor dengan negara tujuan Amerika Latin ini, sudah diluncurkan di Kelompok Tani Alamanda, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi pada beberapa waktu lalu.
“Kami bantu para petani untuk ekspor ke Negara Amerika Latin dengan berkapasitas sekitar 26 boks per dua minggu dan metode ekspor by air dengan nilai transaksi dikisaran Rp270 juta. Launching ekspor itu, sebagai bukti bahwa karya para petani Kabupaten Sukabumi tidak bisa disepelekan dan terbukti sangat menjanjikan,” kata Tresna kepada Radar Sukabumi.
Dia juga mengaku bangga, karena Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi melakukan launcing eksport bersama dengan Kelompok Tani Alamanda yang telah membuktikan kepada dunia, bahwa Kabupaten Sukabumi mampu menjadi produsen barang eksport non pangan yang diandalkan, baik dalam segi kwalitas maupun kwantitas.
“Kadin Indonesia hadir sebagai upaya suport kegiatan dan penguatan sebagai jembatan representasi kepada para pelaku dunia usaha serupa, untuk tetap semangat dan tetap melakukan karya di masa pandemi Covid-19 ini, meski dampaknya begitu besar tetapi bukan artian harus berhenti melakukan kegiatan dan koordinasi kepada buyer dan investor,” tukasnya.
Dirinya menambahkan, sebagaimana di ketahui sejak adanya pandemi global Covid-19, hampir semua negara mengalami kendala apalagi yang berorientasi ekspor.
Poktan Alamanda dan Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi mencoba melakukan terobosan-terobosan baru, untuk menjadikan kendala ini menjadi solusi yang terbaik dengan kolaborasi bisnis dan investasi yang tepat dan terarah.
“Hal ini, kami lakukan untuk membantu percepatan ekonomi nasional di Kabupaten Sukabumi, melalui karya dan kerjasama ekonomi putra daerah yang kompetitif,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Alamanda, Dullah Durahman menjelaskan, launching eksport pada produk pertanian non pangan berupa tanaman hias Dracanea Sandreana ini, merupakan pertama kalinya dilakukan kelompok tani.
Untuk itu, ia bersama para petani mengucapkan banyak terimakasih kepada Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi yang telah membantu para petani sebagai fasilitator baik kepada buyer maupun turun langsung memberi arahan kepada kelompok tani.
“Karena kami di kelompok tani Alamanda sudah sejak lama melakukan kegiatan ini, tetapi karena jalinan upaya bisnis kami kali ini dengan Kadin Indonesia, maka pasar kami di mancanegara semakin terbuka. Terbuktilah hari ini, kami bisa melakukan eksport ke kawasan Amerika Latin,” pungkasnya. (Den/d)






