BERITA UTAMAPILPRES

Meledak di Tengah Debat Pilpres 2019

×

Meledak di Tengah Debat Pilpres 2019

Sebarkan artikel ini

Penguasaan infrastruktur juga menjadi pembelaan Jokowi ketika diserang oleh Prabowo dalam beberapa isu infrastruktur. Misalnya mengenai efisiensi dalam pembangunan infrastruktur. Termasuk di dalamnya penyediaan dana untuk ganti rugi lahan yang akan digunakan pembangunan infrastruktur.

Menurut Jokowi, selama 4,5 tahun belakangan pemerintahannya tidak mengenal ganti rugi dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur. ’’Yang ada, ganti untung,’’ tuturnya. Anggaran pembebasan lahan umumnya mencakup 2-3 persen dari nilai infrastruktur. Selama pemerintahannya, dia sudah meminta agar porsi anggaran itu dinaikkan menjadi 4-5 persen.

Bank bjb Tandamata

Di bidang pangan, Jokowi ngeles saat ditanya Prabowo mengenai janjinya agar selama pemerintahannya tidak akan impor. Menurut dia, yang dimaksud tidak impor adalah berupaya menekan impor sampai ke titik nol. Jagung misalnya, pada 2014 Indonesia mengimpor 3,5 juta ton jagung. Empat tahun kemudian, Indoneisa hanya impor 180 ribu ton. ’’Tidak mungkin seperti membalikkan tangan, sehari dua hari. Itu perlu waktu,’’ ucapnya.

Selama debat, Prabowo lebih banyak tersenyum saat mendengarkan Jokowi berbicara. Namun sebaliknya, Jokowi yang awalnya tidak bereaksi raut wajahnya sempat berubah. Bibirnya menampakkan gestur mencibir, yang dilanjutkan menggeleng-gelengkan kepala. Bibirnya juga tampak berucap, ’’nggak,’’ saat Prabowo mengatakan biaya infrastruktur di Vietnam lebih irit dibandingkan Indonesia.

Selain itu, ada gaya yang berbeda hampir di setiap jeda antarsegmen. Pantauan Jawa Pos, hampir di setiap jeda, Prabowo selalu masuk ke belakang panggung. Alhasil, aktivitasnya tidak bisa terpantau dengan jelas. Hanya saja, masuknya Prabowo ke belakang panggung selalu diikuti oleh para petinggi partai koalisi pendukungnya.

Sementara, Jokowi memilih berbaur dengan audiens. Lebih tepatnya, menuju tempat timnya berada dan menyapa sang istri. Dia juga beberapa kali tampak berdiskusi dengan Seskab Pramono Anung. Dari gesturnya, tampak bila keduanya mengevaluasi penampilan Jokowi di setiap segmen debat.

Pada segmen keempat yang paling ditunggu publik, justru berakhir antiklimaks. Harapan akan adanya debat yang dinamis karena tidak dibatasi waktu justru berakhir dengan penyamaan persepsi antara keduanya. ’’Kalau nggak ada banyak perbedaan, untuk apa kita berseteru,’’ ujar Prabowo. ’’Saya setuju,’’ sahut Jokowi.

Padahal, sejatinya ada sejumlah hal yang masih bisa digali oleh keduanya. Terutama di video kedua di mana ada perbedaan yang cukup tajam antara Jokowi dan Prabowo. Prabowo sempat menuding Jokowi hanya mendapatkan laporan yang baik-baik dari bawahannya. Sementara, Jokowi membantah dengan mengatakan dia selalu datang mengecek langsung.

Prabowo pun berhenti mendebat setelah dua kali beradu argumen. ’’Terima kasih, cukup jelas pak,’’ ucap Prabowo yang disambut sorakan penonton. Jokowi pun membalas dengan kembali membela diri. Bahwa bilaada yang belum dilakukan, itu menjadi koreksi yang harus dilakukan. ’’Kita ini manusia biasa. Ada yang sudah kita lakukan dan ada yang belum kita lakukan,’’ ucapnya. (byu/bry)