BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

MBG Tetap Diberikan Selama Libur Sekolah, Orangtua Murid di Sukabumi Protes: Mubazir!

×

MBG Tetap Diberikan Selama Libur Sekolah, Orangtua Murid di Sukabumi Protes: Mubazir!

Sebarkan artikel ini
FOTO: INTERNET. Ilustrasi menu MBG keringan.

SUKABUMI – Pemberian Makan Bergizi Gratis atau MBG yang tetap dilakukan selama libur sekolah diprotes oleh sejumlah orangtua atau wali murid di Sukabumi. Redaksi Radar Sukabumi menghimpun ragam informasi kontroversial perihal pemberian MBG selama libur sekolah.

Rata-rata, sekolah memberikan aturan pengambilan menu MBG oleh pihak murid baik itu orangtua, keluarga, bahkan si murid langsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Pada pekan pertama libur sekolah ini, MBG yang diberikan dalam bentuk rapelan tiga hari. Mulai dari Senin hingga Rabu atau 22 hingga 24 Desember 2025.

Bank bjb Tandamata

“Ya, saya sebagai orangtua, merasa keberatan ya. Karena anak saya harus ke sekolah lagi untuk ambil MBG. Jadi menurut saya, MBG ini hentikan saja lah dulu selama libur sekolah. Soalnya bakal merepotkan kita-kita,” ujar JK, salah satu orangtua murid kepada Radar Sukabumi, Rabu (24/12/2025).

Namun protes ini bukan ditujukan JK kepada pihak sekolah. Melainkan kepada pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN). “Yang saya protes, termasuk orangtua murid lainnya ya setelah kita ngobrol-ngobrol, ya kepada pemerintah dan pihak BGN ini. Jadi tidak efektif loh, pemborosan anggaran. Kasihan makanannya, kebuang-buang,” ujar J lagi yang mengaku memiliki anak bersekolah di salah satu SMA negeri di Kota Sukabumi.

Sementara itu, AF, orangtua murid lainnya, juga mendukung pemberian MBG selama libur sekolah dihentikan. Apalagi, paket MBG yang didapatkan sangat tidak sesuai karena berbentuk keringan.

“Saya hari Senin (22/12) kemarin ambil menu MBG anak saya di sekolahnya. Anak saya kelas 3 SD. Tapi pas lihat menunya, jadi istighfar gitu. Itu kan rapel untuk tiga hari. Ada susu, buah, biskuit, dan roti. Lupa, ada berapa banyak, tapi yang kemakan cuma biskuit dan buah jeruk doang. Susunya kalau dilihat dari komposisi gak sehat sih. Roti dan lainnya menurut saya kurang layak. Jadi mubazir gitu,” ungkap AF.

Bahkan, kepada Radar Sukabumi, AF pun membuat kalkulasi sendiri terhadap proyek paket MBG per hari yang diterima oleh anak. Dia memperkirakan per paket hanya senilai Rp6.000-an. Sedangkan pemilik dapur MBG melakukan tagihan Rp15.000 kepada pemerintah.

“Kita semua bisa hitung-hitungan lah. Ada berapa yang buat anak kita, ada berapa yang buat pengusaha MBG ini. Tapi sekali lagi, MBG kalau ngotot diberikan selama libur sekolah, kasihan makanan kebuang-buang. Mubazir. Lebih baik alihkan lah itu anggaran ke yang lain,” tutur AF. (izo)