Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cikembar, Iptu Dadi menjelaskan, pihaknya mengetahui adanya peristiwa penemuan mayat berdasarkan laporan dari warga. Seteleh itu, ia langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.
“Di lokasi, kami tidak menemukan identitas korban. Mayat ditemukan di bebatuan aliran sungai Cibatu dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali lakban,” jelas Dadi.
Pihaknya bersama anggota Satpol PP langsung membawa jasad tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak untuk diotopsi. Sejumlah keterangan dari beberapa orang saksi pun telah dikumpulkannya.
“Saya belum bisa menduga-duga penyebab kematian korban ini. Apa karena bunuh diri atau ada unsur pembunuhan. Sebab hal ini harus terbukti berdasarkan hasil otopsi dari tim forensik,” bebernya.
Sementara itu, Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Ramdansyah menjelaskan, saat ini mayat yang belum diketahui identitasnya itu masih berada di ruang pemulasaran RSUD Sekarwangi Cibadak dan belum dilakukan otopsi.
“Dokter forensiknya belum datang. Kondisi mayatnya juga masih utuh, belum ada tindakan,” jelasnya.
Dilihat dari kasat mata, lanjut Ramdansyah, diduga kuat mayat yang mengenakan baju merwah, celana lepis panjang dan sepatu hitam putih tersebut merupakan korban pembunuhan.
Karena kedua kaki, tangan dan matanya, selain diikat juga terdapat ceceran darah segar yang ke luar dari hidungnya. “Untuk memastikan dugaan ini, harus beradasarkan bukti yang kuat. Makanya kita harus melakukan otopsi,” pungkasnya. (cr13/t)





