Maulid Nabi Muhammad SAW, Maruf Minta Masyarakat Tak Mudah Curiga

  • Whatsapp
Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) Ketua PBNU Said aqil Munawar ((kanan) Imam Mesjid Istiglal Nasaruddin Umar Saat menghadiri Maulid Akbar dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa di Mesjid Istiglal, Jakarta, Kamis (21/11/19). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

RADARSUKABUMI.com – Wakil Presiden Maruf Amin meminta masyarakat untuk bisa meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Dia mengharapkan, masyarakat tidak menaruh curiga kepada pemerintah mengenai informasi maupun kebijakan yang telah dibuat.

“Sifat Rasulullah tidak mudah untuk diterapkan dan diteladani pada era disrupsi informasi seperti saat ini, akan sulit menaruh kepercayaan pada pihak lain, bahkan kepada pemimpinnya sendiri.

Bacaan Lainnya

Pemutarbalikan informasi menyebabkan banyak orang merasa bingung untuk memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga akhirnya mereka menaruh curiga dan prasangka buruk terhadap semua informasi yang sampai padanya sama informasi terkait kebijakan pemimpin,” kata Maruf dalam sambutan acara Maulid Akbar yang digelar secara daring, Kamis (29/10).

Maruf mengharapkan, masyarakat Indonesia dapat meneladani suritauladan Nabi Muhammad. Khususnya terkait setiap informasi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk dapat disimak dan didengan dengan cermat.

“Dalam kesempatan ini mari kita sebagai umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam mencontoh dan meneladani, sifat dan karakter kita akan menjadi solusi bagi orang lain,” harap Maruf.

Rais Aam PBNU ini menuturkan, Nabi Muhammad banyak membuat perubahan semasa kepemimpinannya, selama 23 tahun menjadi rasul. Menurut Maruf, hal yang dilakukan Muhammad yang paling utama adalah perbaikan akhlak dan mental.

“Perbaikan masyarakat jahiliyah mengutamakan terlebih dahulu perbaikan akhlak dan mental karena hal itu merupakan pondasi dari langkah selanjutnya,” ujar Maruf.

Selain itu Maruf menyebut, hal yang paling berpengaruh untuk memperbaiki kehidupan manusia yakni pendidikan. Dia lantas mencontohkan, Nabi Muhammad sangat intens mendidik para sahabat, karena nantinya merupakan penerus nabi.

“Assabiqunal Awwalun yang nantinya akan menjadi ujung tombak upaya perubahan dan perbaikan, sehingga terwujud masyarakat yang unggul agar mempunyai akhlak dan mental yang kuat,” pungkasnya. (jpc)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *