Malam Ini, Kajari Sukabumi Terima Uang Rp4,3 Milyar Titipan Kasus SPK Bodong Dinkes Kabupaten Sukabumi 

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi
DIHITUNG : Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Siju bersama jajarannya saat menghitung penitipan uang dari kasus SPK fiktif di aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi pada Selasa (15/11).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Dari kasus dugaan korupsi modus Surat Perintah Kerja (SPK) bodong atau fiktif senilai Rp25 miliar, kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi baru menerima uang titipan dari sejumlah perusahaan yang melakukan pembangunan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi senilai Rp4,3 Milyar.

Uang Rp4,3 Milyar tersebut diduga merupakan  sebagian hasil dari kasus SPK fiktif yang dilakukan Dinkes Kabupaten Sukabumi pada tahun 2016.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantuan Radar Sukabumi di lokasi, sekira pukul 16.00 WIB, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi telah menerima mesin penghitungan uang dari Bank BJB.

Setelah itu, sekira pukul 20.00 WIB tim penyidik Kejaksaan di bawah pimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Siju bersama tim Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Ratno Timur Habeahan Pasaribu didampingi Kasi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Tigor Untung Marjuki bersama Pimpinan Cabang Kantor Bank BJB Palabuhanratu, Rahmat Abadi langsung melakukan penghitungan uang miliyaran di aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

“Iya, malam ini telah dilakukan penitipan uang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan SPK fiktif pada keuangan Kantor Cabang Bank BJB Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dari bantuan Provinsi Jawa Barat kepada Dinas Kesahatan Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2016,” kata Siju kepada Radar Sukabumi saat hendak melakukan penghitungan uang penitipan pada kasus tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *