“Dengan 17 perguruan tinggi yang ada di Sukabumi, kami akan bergotong royong mengatasi pengangguran. Pasim Go Migrant Center adalah salah satu jawaban nyata,” kata Ayep.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pusat pelatihan tersebut yang berfungsi sebagai tempat sosialisasi, pelatihan kerja luar negeri, serta pengajaran bahasa asing. Pemerintah Kota Sukabumi juga berkomitmen mengaktifkan kembali balai latihan kerja (BLK) komunitas yang telah lama tidak beroperasi.
Ayep menargetkan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Sukabumi bisa menjadi kota dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas dan warga yang tidak memiliki ijazah formal.
“Kami ingin menjadikan Sukabumi sebagai Kota Bercahaya, bagian dari perjuangan mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” pungkasnya.(**)






