BERITA UTAMAinformasi sukabumi

Liburan di Musim Hujan, Ini Tips Jitunya

RADARSUKABUMI.com – Musim hujan tidak harus menjadi kendala untuk liburan. Banyak kegiatan seru yang hanya dapat dilakukan justru saat musim hujan tiba.

Memang, sejumlah persiapan perlu dilakukan agar aktivitas berlibur tidak terganggu. Rencana yang matang menjadi kunci agar perjalanan wisata tetap menyenangkan. Simak, tujuh tips liburan saat musim hujan berikut.

1. Perhatikan Cuaca

Wajib hukumnya sebelum memulai jadwal traveling untuk memerhatikan prakiraan cuaca. Setidaknya, cuaca dapat dipantau melalui badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG). Tidak hanya potensi hujan yang dipantau, tetapi juga status ombak air bila tujuan wisata adalah pantai, serta status kegunungapian jika akan melakukan pendakian.

2. Lokasi traveling

Hobi traveling ke lokasi outdoor tidak sulit dilakukan saat musim hujan. Memang, banyak gunung dengan status Taman Nasional akan ditutup untuk pendakian. Namun, masih banyak gunung yang menawarkan keindahan masih dapat didaki bagi wisatawan yang memiliki hobi hiking.

Begitu pula dengan pantai, sejumlah kepulauan maupun pantai berpasir putih masih layak untuk didatangi saat musim hujan. Tetapi harus diperhatikan status ketinggian ombak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat berwisata. Selain itu, perlu ada persiapan destinasi wisata alternatif indoor yang tidak perlu dikhawatirkan saat turun hujan, misalnya museum, galeri, atau sekedar wisata kota dan berbelanja.

3. Jaga Kondisi Tubuh

Menjaga kondisi tubuh saat musim hujan tidak hanya dilakukan pada saat traveling, tetapi juga saat tidak beraktivitas di luar ruangan. Musim hujan dapat membuat tingkat daya tahan tubuh menurun terutama lantaran suhu yang cukup ekstrem. Hendaknya makan tepat waktu, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membuat kondisi tubuh menurun, seperti bermain air hujan dan aktivitas lainnya. Tak lupa untuk memperbanyak mengonsumsi air putih agar kondisi tubuh tetap terjaga.

4. Obat-obatan

Selalu sediakan obat-obatan cadangan yang biasanya diperlukan saat musim hujan, seperti obat flu, masuk angin, hingga obat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Selain itu, wajib disiapkan pula vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh serta mengonsumsi obat-obatan herbal yang dapat menjaga stamina tubuh. Asuransi perjalanan dapat dipertimbangkan saat traveling ketika musim hujan untuk menjaga risiko tak terduga.

5. Perlengkapan

Saat musim hujan tentu berbeda dengan kemarau. Perlengkapan yang disiapkan ketika traveling di musim hujan juga berbeda. Misalnya saja, harus menyiapkan payung, jas hujan, sandal jepit, plastik, bungkus ponsel anti air, hingga pakaian ganti yang lebih ringan, serta jaket agar tidak kedinginan saat traveling. Kantong plastik juga diperlukan saat traveling di musim hujan untuk melindungi barang-barang agar tidak mudah basah.

6. Kuliner

Ketika di lokasi wisata, carilah kuliner-kuliner yang dapat menghangatkan badan. Misalnya jika di daerah Yogyakarta ada wedang ronde yang mengandung jahe. Selain dapat mencicipi makanan khas daerah tersebut, juga dapat menjaga kondisi tubuh tetap hangat. Berwisata kuliner ke restoranan atau gerai-gerai makanan di daerah setempat juga menjadi altenatif yang tepat untuk menghabiskan waktu berlibur. Kuliner berkuah yang panas rasanya menjadi santapan yang pas untuk menemani saat traveling. Tentu, kuah makanan yang panas bisa menghangatkan tubuh pada musim hujan.

7. Dana ekstra

Tidak lupa, saat musim hujan biasanya akan diperlukan dana ekstra. Sebab, ada pengeluaran-pengeluaran tak terduga yang biasanya terjadi saat musim hujan. Misalnya aktivitas yang biasanya dapat ditempuh dengan menggunakan jasa ojek, ketika musim hujan harus menyewa mobil karena tidak memungkinkan. Dana yang disiapkan juga harus tunai karena di lokasi wisata bisa saja sulit mendapatkan anjungan tunai mandiri (ATM).

(alinea/izo/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button