Libur Panjang Jangan jadi Musibah

  • Whatsapp

SUKABUMI – Destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi masih menjadi primadona para wisatawan yang ingin menghabiskan masa libur panjang. Ditengah pandemi Covid-19 ini, jelas menimbulkan kekhawatiran. Ditakutkan, kalau para wisatawan tidak menerapkan protokol kesehatan, bisa menjadi klaster baru.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhammad mengatakan, Pemkab Kabupaten Sukabumi tentu bakal mengambil kebijakan dalam mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung yang akan mendatangi sejumlah kawasan objek wisata di Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Dalam libur panjang ini, kita akan mengingatkan destinasi dan objek pariwisata. Ini perlu dilakukan, karena setelah dihimbau kawasan wisata di Puncak Bogor dan Bandung tidak di kunjungi wisatawan, maka mereka para wisatawan akan beralih ke Sukabumi,” kata Raden Gani kepada Radar Sukabumi.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan rapat bersama para OPD dan seluruh camat yang tersebar di Kabupaten Sukabumi melalui daring untuk terus mengingatkan terkait kepariwisataan. “Nah jangan sampai, berkah yang akan datang ini menjadi musibah,” paparnya.

Menurutnya, saat libur panjang kali ini, seluruh kawasan destinasi objek wisata di Kabupaten Sukabumi tidak ditutup. Hanya saja, pemerintah daerah lebih menerapkan protokoler kesehatan secara ketat terhadap para pengunjung yang hendak datang ke Kabupaten Sukabumi.

“Peningkatan jumlah pasien positif di Kabupaten Sukabumi terjadi diduga akibat kebijakan zona merah yang menerapkan PSBB. Seperti di Kota Bandung dan DKI Jakarta. Jadi banyak warga Sukabumi yang melakukan kegiatan perekonomian di dua wilayah tersebut, ada keterbatasan.

Karena banyak perbatasan aturan, sehingga mereka lebih baik pulang ke Sukabumi dan mereka tidak disiplin. Sehingga menularkan virus di Sukabumi,” ujarnya.

Untuk itu, pada libur panjang tersebut Pemkab Sukabumi akan menggencarkan operasi Yustisi yang melibatkan petugas gabungan, untuk mendisiplinkan terkait protokoler kesehatan kepada masyarakat, para wisatawan lokal maupun domestik yang hendak datang berkujung ke Sukabumi.

“Kita terus menyadarkan dan mengingatkan. Makanya kita akan melakukan gebrakan sejuta masker. Artinya pemerintah sangat sayang kepada warganya,” timpalnya.

Operasi pada hari libur panjang ini, sangat penting dilakukan sesuai dengan Inpres Nomor 6 tahun 2020, Pergub Nomor 60 tahun 2020, Perbup Nomor 56 tahun 2020 dan Perbup Nomor 61 tahun 2020. Dalam operasi ini, seluruh warga maupun wisatawan akan dikenakan sanksi apabila melakukan pelanggaran protokoler kesehatan.

“Dalam peraturan itu telah memerintahkan kepada kepala daerah baik itu gubernur, walikota dan bupati agar membuat aturan kepala daerah yang salah satunya menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Kalau kita menerapkan sanksi denda kasian dan itu opsi terakhir kepada para pelanggar yang dianggap mampu membayar denda. Nah, jadi untuk saat ini kita hanya memberlakukan sanksi teguran secara lisan dan sanksi sosial saja,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Mokhamad Lukman Syarif melalui Paur Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman mengatakan, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19, khususnya pada hari libur panjang ini, Polres Sukabumi mulai saat ini tengah menggencarkan operasi Zebra Lodaya selama 14 hari kedepan.

“Sasaran dalam operasi ini, penggunaan alat keselamatan berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan terutama penggunaan masker dan Pelanggaran yang berpotensi memicu laka lantas,” kata M Lukman.

Menurutnya, operasi zebra ini merupakan salah satu bentuk upaya Polri dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Terlebih lagi saat ini menghadapi hari libur panjang. Untuk itu, setiap harinya Polres Sukabumi akan menurunkan sekitar 30 personil dan dalam pelaksanaannya melibatkan juga unsur TNI, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi.

“Petugas gabungan selain melakukan operasi di pusat-pusat keramian, khususnya di sejumlah ruas jalan protokol, mereka juga akan melakukan operasi di sejumlah kawasan wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi. Dalam operasi tersebut, akan dilakukan secara humanis,” pungkasnya.(den/radarsukabumi.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *