BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Legenda Wasit Indonesia Asal Sukabumi Tutup Usia

×

Legenda Wasit Indonesia Asal Sukabumi Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
Keluarga Legenda wasit sepakbola Indonesia
TUTUP USIA: Keluarga Legenda wasit sepakbola Indonesia saat mengantar almarhum Kosasih Kartadiredja ketempat persinggahan terakhirnya di TPU Ciandam, Kota Sukabumi, Kamis (24/3).

Menurutnya, sosok almarhum Kosasih juga dikenal sangat baik dan perhatian. “Ya, secara kepribadian beliau juga sangat baik dan perhatian, seringkali menelpon untuk menanyakan kabar atau mendiskusikan sesuatu, terakhir sekitar sebulan lalu sempat menelpon saya juga,” cetusnya.

Bank bjb Tandamata

Di tempat sama, anak bungsu almarhum, Kiki menuturkan, almarhum Kosasi merupakan kebanggaan keluarga karena dikanal sebagai sosok yang tegas baik dikeluarga maupun dipekerjaannya. Namun di balik ketegasannya, Kosasih merupakan ayah dan kakek yang baik.

“Banyak kesan pesan bapak, banyak banget karena saya paling dekat dibanding kakak-kakak yang lain. Bapak itu orangnya tegas, baik ke anak dan cucu,” lirih Kiki sambil menahan tangis.

Mantan pesepakbola Persatuan Sepakbola Sukabumi Indonesia (Perssi) Aljaidi (65) menuturkan, almarhum selalu serius dan tidak main-main dalam menjaga pertandingan. Ia sangat merasa kehilangan karena sering bersinggungan dengan Kosasih di masa kejayaannya.

“Sangat kehilangan, beliau ini legend. Saya penjaga gawang dulu di Kota (Perssi) cuman ini baru dari kita wasit yang sampai ke dunia. Jadi istilahnya serius, tidak pernah main-main kalau memimpin pertandingan, banyak yang sudah dibuat sama pak Kosasih,” bebernya.

Perwakilan dari Asosiasi Wasit Kota Sukabumi, Ayi Ginanjar mengaku almarhum sudah dianggapnya sebagai ayah, guru sekaligus teman. Ayi menjadi murid Kosasih untuk menjadi wasit sepakbola.

“Almarhum ini sudah saya anggap seperti bapak saya, guru dan teman. Saya dibimbing oleh beliau sampai seperti ini, saya merasa kehilangan sekali karena satu-satunya yang bisa mendunia hanya almarhum. Saya C3, C2 (pelatihan wasit) sama beliau. Dia itu kan guru di Jawa Barat sebagai inspektur wasit, banyak menularkan ilmu-ilmunya dan wawasannya, tidak melihat materi, simple dan fleksibel,” tutupnya.(*)