BERITA UTAMANASIONAL

Legenda Petualang dan Juga Sahabat Soe Hok Gie, Herman Lantang Tutup Usia

×

Legenda Petualang dan Juga Sahabat Soe Hok Gie, Herman Lantang Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
WAFAT : Pendiri organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), Herman O Lantang (tengah) bersama mahasiswa dan sahabatnya, meninggal dunia Senin (22/3/2021) subuh tadi,

Melalui jurusan ini pula dia sempat melakukan penelitian mendalam terhadap perilaku suku terasing Dhani di Papua pada 1972, yang mengantarkannya mencapai gelar sarjana penuh. Selama menjadi mahasiswa, pribadi yang tangguh dengan idiologi sosialisnya mulai terbentuk. Melihat banyak rekan – rekan seangkatannya yang lebih memilih jalur politik praktis untuk mencapai kemapanan. Ia dan rekan lainnya malah memilih alam sebagai media pengembangan diri.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, hanya di alam kita bisa mengenal karakter masing – masing yang sebenarnya. Tak ada yang tersembunyi. Di alam pula kita bisa memupuk rasa solidaritas dan kecintaan terhadap ciptaan Tuhan yang bisa dinikmati.

“Politik tai kucing”, Begitu tutur Herman Lantang, ketika senat mahasiswa tidak menjadi sesuatu seperti harapan Soe serta kawan – kawannya yang lebih memilih menikmati film dan naik gunung bukan serta – merta mengidentifikasi dirinya dalam organisasi mahasiswa tertentu di dalam kampus.

Dalam jurnal harian Soe yang kemudian dibukukan dan dicetak oleh LP3ES “Catatan Seorang Demonstran”, Gie juga menulis bahwa politik itu kotor. Kemudian, ketika tak lagi berkegiatan di dalam kampus, jiwa petualangan pula yang membuat Herman bisa diterima di beberapa perusahaan pengeboran minyak ternama, seperti: Oil Field all part of Indonesia, East Malaysia Egypt dan Australia East Texas USA. Di perusahaan tersebut ia lebih terkenal sebagai Mud Doctor, yang menangani masalah lumpur – lumpur dalam pengeboran minyak bumi. Sebuah pekerjaan yang memang sangat jauh dari disiplin ilmu yang dulunya hanya Fakultas Sastra.

Namun untuk profesi barunya itu, ia tidak main – main. Herman bahkan sempat mengecam pendidikan singkat di Houston Texas pada 1974 mengambil studi tentang “Mud School”.

Selain hobi mendaki gunung, pria uzur yang ternyata sangat suka wisata kuliner ini juga memendam bakat dalam memasak. Sehingga jangan heran, ketika berkegiatan di alam bebas, hasil masakan bang Herman, pasti langsung habis dilahap.

Kecintaannya terhadap dunia boga ini pula yang membuatnya banting stir menjadi pengusaha toko kue sejak dua tahun silam. Dengan modal ala kadarnya, rumahnya di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan pun disulap menjadi toko kue “Kelapa Tiga Taart Tempo Doeloe”, yang menjual aneka panganan kue – kue klasik yang menurutnya agak susah ditemukan di Jakarta.