“Kami menanggapi dengan positif, ini demi keindahan ibu kota, para pedagang menerima. Barang dagangan dibereskan.
Mudah-mudahan kedepannya setelah ini, penjagaannya lebih ketat dan jangan sampai penataan dilakukan hanya selewat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan para pedagang di trotoar selama ini bukan karena faktor seenaknya, namun karena kebutuhan dan tidak adanya tempat berjualan yang aman. Karenannya mereka terpaksa berjualan di trotoar.
“Bukan pembiaran juga ini berjualan di sini, sebelumnya juga sudah diberi peringatan namun ya beginilah pedagang, dibilang membandel ya begitu, namanya juga pedagang,” tandasnya. (ris/d)






