Saat kebakaran, sambung Usep, seorang balita tersebut tengah tertidur lelap di kamarnya. Api cepat menjalar, lantaran bangunan rumah hunian pasar itu, terbuat dari material yang mudah terbakar. “Api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan sekitar pukul 07.00 WIB,” paparnya.
Pihaknya menambahkan, empat rumah hunian pasar yang hangus terbakar itu, ditinggali oleh Ujang (50) yang merupakan kakek korban balita yang ikut terpanggang api, Ato, Opang dan Ece.
“Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, kebakaran itu menyebabkan kerugian materil ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkasnya. (den/d)






