BERITA UTAMA

Korban Hilang Saat Mancing Ditemukan Tim Sar Gabungan, Begini Kondisinya

×

Korban Hilang Saat Mancing Ditemukan Tim Sar Gabungan, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini
DIEVAKUASI
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang hilang akibat dihantam gelombang tinggi saat tengah memancing dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

SUKABUMI – Setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat diterjang ombak besar saat memancing di pantai Karang Daeu, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Erik (28) akhirnya ditemukan Tim Sar Gabungan.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR Gabungan membuahkan hasil. Korban Erik (28), warga Desa Gurimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa atau meninggal dunia pada Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Bank bjb Tandamata

Menurut Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), melalui Koordinator SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, jasad korban ditemukan dalam posisi terlentang di pinggir Pantai Cibakung, Desa Girimukti, sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kejadian. “Alhamdulillah, hari ini kami berhasil menemukan korban atas nama Erik yang hilang di sekitar Pantai Ciwaru, Geopark Ciletuh,” ujar Suryo.

Lanjut Suryo, jasad korban langsung dievakuasi Tim Sar Gabungan untuk dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan di TPU Kampung Cibuti, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. “Operasi ini melibatkan berbagai unsur, seperti Syahbandar Pelabuhan Sukabumi, Polsek Ciemas, Koramil Ciemas, Saka SAR, Khatulistiwa, SARDA, dan unsur lainnya,” terangnya.

Masih kata Suryo, korban Erik dilaporkan hilang pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB saat sedang memancing di Kawasan Pantai Geopark Ciletuh. Diduga korban terhempas gelombang besar yang menghantam kawasan tersebut.

Proses pencarian selama tiga hari ini tidaklah mudah. Tim SAR menghadapi sejumlah kendala, terutama cuaca buruk dan kondisi perairan yang cukup menantang. “Kami membagi tim menjadi tiga kelompok. Tim pertama menyisir perairan menggunakan perahu karet sejauh 5 NM (Nautical Mile), tim kedua menggunakan perahu nelayan dalam radius 3 NM, dan tim ketiga menyusuri pesisir pantai secara visual sejauh 6 KM,” jelas Suryo.

Meski berakhir dengan duka, penemuan jasad Erik sedikitnya memberikan kelegaan bagi keluarga dan warga setempat. Operasi SAR ini menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat di tengah tantangan alam yang tak bersahabat. “Dengan telah ditemukannya korban, operasi Sar dihentikan, masing-masing unsur potensi Sar dikembalikan ke satuan masing-masing,” ucapnya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat ataupun pengunjung untuk selalu berhati hati dan waspada saat melakukan aktivitas di pantai ataupun di laut, mengingat cuaca saat ini kurang bersahabat,” tandasnya. (Ndi)