Sementara itu, Iyus yang sudah hampir puluhan tahun berjualan kopi sangat berterima kasih atas kepada Walikota yang sudah mau melihat dirinya. Juga memberikan bantuan tongkat yang memang sangat dibutuhkan olehnya.
“Terimakasih bapak membantu saya, saya terima dengan senang hati, semoga amal baik bapak diterima dan diberikan kesehatan selama dan semua kelurga bapak,” ujarnya sambil terenyuh.
Iyus yang setiap hari berjualan mengelilingi wilayah pusat perkotaan Sukabumi ini penghasilannya sehari bisa mencapai Rp. 100 ribu.
Dengan berbekal semangat dan ikhtiar untuk mencukupi kehidupan bersama anaknya. “Anak saya ada empat, tiga sudah berkeluarga dan berada di luar kota.
Saya bersama anak saya bungsu, saat ini masih sekolah di SMK. Saya berjuang untuk anak saya,” akunya.
Meskipun ditengah keterbatasan, Iyus pun memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berusaha dan tidak boleh putus asa walaupun dengan kondisi apapun.
Karena usaha tidak akan menghianati hasil. “Usaha itu wajib, dapat atau tidaknya kita serahkan kepada allah. Kalaupun berusaha pasti ada rezekinya. Jangan pernah menyerah,”ungkapnya.
Iyus pun menceritakan bahwa kondisi tanpa satu kaki ini sudah terjadi di tahun 2009 lalu. Dirinya tidak punya kaki lantaran ditabrak oleh mobil disekitar Jalan Sudirman.
“Bapak itu berjualan kopi sudah lama ketika ada terminal lama. di tahun 2009 bapak ditabrak, kaki bapak patah, saat itu bapak berjualan kopi di pinggir jalan.,” pungkasnya. (bal)






