Ketua Berandal Motor Terancam Gagal Bulan Madu

  • Whatsapp

SUKABUMI – Restu (25) ketua salah berandal motor asal Kampung Ciheulanggirang, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, terancam gagal berbulan madu. Hal itu menyusul setelah dirinya menjadi tersangka atas pengeroyokan terhadap warga Kampung Cipeundeuy, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Senin (15/1) lalu.

Selain Restu, Polsek Caringin juga menetapkan lima oknum anggota berandal motor lainnya yakni, Andi alias Badot, Dikri alias Berna, Randi alias Ocay, Ole dan Ajis.

Bacaan Lainnya

Selain enam tersangka, polisi juga mengamankan sembilan oknum anggota berandal motor Brigez lainnya. Kini, seluruh tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan ditahan di Polsek Caringin.

Kejadian pengeroyokan itu terjadi bermula saat Restu menggelar resepsi pernikahan di Kampung Ciheulanggirang, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin pada Senin (15/1) lalu.

Pernikahan ketua berandal motor itu lantas dihadiri anggotanya yang lain. Diperjalanan sebelum ke pesta pernikhan, Andi alias Badot bercerita kepada Restu bahwa dirinya mendapatkan masalah hingga terjadi perkelahian dengan warga Kampung Cipeundeuy.

Sontak, Restu bersama 13 temannya mendatangi lokasi perkelahian dengan rencana menyelesaikan permasalahan.

Namun, niat menyelesaikan permasalahan malah berujung perkelahian hingga Dedi Sutisna, Rudi Adiwijaya dan Sigit purnama menjadi korban dalam perkelahian itu.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Doni Erwanto dan Kapolsek Caringin, Iptu Rafik mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat oknum anggota berandal motor tersebut mendatangi resepsi pernikahan Restu. Mereka terlibat cekcok dengan warga hingga akhirnya terjadi pengeroyokan.

“Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota Polsek Caringin langsung bertindak cepat dengan menangkap seluruh oknum anggota berandal motor ini. Alhasil, sebanyak 14 orang diamankan beserta barang bukti berupa batu dan sebilah bambu yang digunkan digunakan dalam pengeroyokan itu,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (16/1).

Atas ulah oknum berandal motor tersebut, Nasriadi memerintahkan seluruh jajarannya untuk melakukan tindakan jika mendapati ada berandal motor yang berkerumun maupun berkeliaran dijalanan.

Selain itu, dirinya juga meminta agar orang tua dan masyarakat ikut terlibat mengawasi dan membrantas ulah oknum berandal motor.

“Saya perintahkan seluruh jajaran untuk melakukan tindakan, penggeledahan, membubarkan dan mengarahkan jika mendapati pengendara atau sekumpulan remaja yang menggunakan atribut berandal motor. Saya khawatir, mereka tidak sedikit yang masih berstatus sebagai pelajar,” tandasnya.

Sementara itu, Restu ketua salah satu berandal motor Kecamatan Caringin mengaku, tidak ikut terlibat dalam peristiwa itu. Hanya saja, saat dirinya berniat menyelesaikan persoalan dan melerai perkelahian, tiba-tiba niat baiknya itu berujung petaka. Meski demikin, dirinya berjanji setelah terlibat persoalan ini tidak lagi melakukan perbuatan serupa.

“Saya awalnya berniat menyelesaikan masalah, tapi secara tiba-tiba suasana jadi berubah. Yang jelas, saya menyesal atas insiden ini, apalagi ini hari dimana saya melaksanakan resepsi pernikahan,” sesalnya.

Ditempat yang sama, Iwan orang tua Restu bakal meningkatkan pengawasan terhadap anaknya tersebut. Bahkan, Restu dinikahkan bertujuan agar lebih baik dan tidak lagi terlibat dalam geng motor yang meresahkan masyarakat.

“Cukup kewalahan memang, tapi sebagai orang tua tentunya saya akan terus mengawasi dan mengarahkan agar bisa lebih baik lagi,” singkatnya. (cr15/e)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *