Inisiatif ini sejalan dengan program Kementerian Perhubungan yang memperkenalkan kereta khusus petani dan pedagang sebagai solusi transportasi efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi rakyat. Presiden Prabowo Subianto bahkan meninjau langsung kereta ini pada awal November 2025. Selain hasil panen, kereta juga akan angkut barang dagangan dan logistik harian, melayani rute seperti Rangkasbitung, Serang, dan Merak—penghubung sentra pertanian ke pusat perdagangan.
Langkah ini diharapkan mengurangi biaya logistik petani, tingkatkan pendapatan, dan kurangi kemacetan jalan raya. PT KAI menargetkan operasional penuh dalam waktu dekat, meski detail jadwal masih digodok bersama Pemprov Jabar. (Red)






