Sementara itu, Putri salah seorang pelajar yang terjaring Satpol PP Kota Sukabumi mengaku datang ke bioskop karena sudah melakukan tugas kelompok bersama teman-temannya.
“Saya sudah belajar dulu pak tadi, belajar kelompok. Karena bosan kami berinisiatif untuk nonton film ke bioskop,” singkatnya.
Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan ketika Rabu siang (18/3), Video Conference dengan kepala sekolah SMP dan MTs se-Kota Sukabumi, Kepala sekolah mengusulkan untuk tempat hiburan termasuk bioskop ditutup sementara waktu.
“Itu pun usulan dari orang tua murid kepada para guru dan kepala sekolah, agar anak-anak tidak ke sana,” kata Fahmi kepada Radar Sukabumi.
Diakui Fahmi potensinya memang sangat tinggi untuk ditutup. Namun nanti pihaknya dengan jajarannya akan melakukan pertimbangkan dulu. “Sementara kalau resistensi dan memang mengganggu sangat memungkinkan, tapi nanti kita akan pertimbangan,” akunya.
Sebelumnya, DPRD Kota Sukabumi juga mendesak bioskop Moviplex ditutup sementara agar program pemerintah yang mengeluarkan kebijakan merumahkan pelajar dan mahasiswa untuk berlajar di rumah dapat dilaksanakan.
“Ya program belajar di rumah itu harus ada peran serta dari orang tua murid atau siswa. Sehingga apa yang diamanatkan pemerintah bisa seusai dengan tujuannya,” ujar Anggota DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani kepada Radar Sukabumi.
Apalagi kata Danny melihat semaraknya tempat wisata atau tempat hiburan seperti halnya Bioskop. Di mana keberadaan bioskop itu menjadi kekhwatiran tidak sukses dan berjalannya tujuan dari merumahkan pelajar dan mahasiswa.
Untuk itu sudah seyogyanya Dinas Pendidikan dan guru terus memantau peran dari orang tua murid terhadap program tersebut. Juga meminta kepada Disporabudpar dan Dinas kesehatan memantau dampak dari bioskop baru yang animo masyarakat khususnya kalangan muda.
”Bila dianggap bisa sebagai tempat penyebaran virus corona yang masif sebaiknya bioskop di off kan dulu saja,” tandasnya. (upi/bal)






