Kebakaran di Kabandungan Sukabumi: 4 Rumah Gosong, Kaki Pak Abas Terluka

  • Whatsapp
Kobaran api saat melalap sejumlah rumah di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Senin (28/12/2020).

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Peristiwa kebakaran kembali melanda wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi pada Senin (28/12/2020). Kali ini dilaporkan bahwa sebanyak empat unit rumah warga yang berlokasi di Kampung Cimpanggu, RT 03/02 Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi hangus dilalap api.

Ketua Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Sukabumi, Nurdin Shopian membenarkan adanya insiden kebakaran di wilayah Kabandungan tersebut. Pihak kepolisian disebut masih mengkaji penyebab dari kebakaran tersebut.

Bacaan Lainnya

“Untuk kronolginya, pada hari Senin tanggal 28 Desember 2020 sekira jam 8.00 WIB tiba-tiba warga sekitar mlihat kobaran api dan lgsung panik dan berteriak meminta pertolongan. Lalu masa sekitar dari berbagai pihak langsung berupaya memadamkan api tersebut,” kata Nurdin Shopian.

Akibat dari kejadian kebakaran di Kabandungan, dilaporkan bahwa 4 unit rumah hangus dan sebanyak 8 unit roda dua pun hanur. Tak hanya itu, insiden ini pun mengakibatkan satu orang warga atas nama Abas menderita luka bakar ringan pada bagian tubuh kaki. Selain itu, sebanyak 5 kepala keluarga yang berisikan 17 jiwa menjadi korban atas atas kebakaran.

“Korban luka bakar ringan atas nama bapak Abas saat ini dievakuasi di rumah saudaranya yang terdekat dengan lokasi kejadian bencana. Sementara untuk kerugian juga masih dalam kajian tim,” ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan bahwa para korban kebakaran membutuhkan bantuan darurat seperti makanan siap saji, stimulan, perlengkapan kidware, perlengkapan untuk ibu hamil serta PLP. Untuk jangka panjang, korban membutuhkan adanya program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Untuk dilaporkan juga bahwa langkah dan penanganan yang dilakukan, TAGANA bersama P2BK dan Tim PB Kecamatan mendapat laporan dari Pemdes Kabandungan melakukan upaya pemdaman beserta masyarakat. Adapun unsur yang terlibat dalam upaya penanganan dan assessment kejadian yaitu Polsek, aparat Kecamatan, Damkar PT SE, Damkar Cibadak, Damkar TNGHS, Koramil setempat, Pemdes, Tagana, Pramuka Peduli, Linmas, Sarda, ormas-ormas dan masyarakat,” sebutnya.

“TAGANA dalam hal ini terus menghimbau pada masyarakat apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya,” tukas Nurdin. (izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *