BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Kawasan Pedestrian Dago Sukabumi Nampak Lebih Bersih

×

Kawasan Pedestrian Dago Sukabumi Nampak Lebih Bersih

Sebarkan artikel ini
Dago Sukabumi
Sejumlah warga saat menikmati kawasan Pedestrian Dago dengan berduduk santai di kursi yang sudah disediakan.

SUKABUMI – Kawasan pedestrian Jalan Ir Djuanda atau yang dikenal dengan naman Dago Sukabumi ini terlihat berbeda dari biasanya. Ya, lokasi yang sebelumnya banyak disesaki para pedagang kaki lima itu, kini nampak lenggang dan terkesan bersih. Bahkan arus lalulintasnya pun tidak terlihat semrawut sehingga membuat nyaman pengunjung.

Kondisi ini dirasakan sudah sejak pekan lalu atau Senin (21/6), di mana Pemerintah Kota Sukabumi memaksa para pedang untuk tidak berjualan sementara waktu, lantaran ada beberapa pedagang yang terkonformasi Positif Covid-19.

Bank bjb Tandamata

Hal itu dilakukan guna memutus rantai virus mematikan tersebut. “Suasana Dago lebih indah,seger, bersih dan tidak semrawut. Jadi inget Dago tempo dulu tanpa pedagang,” ujar salah seorang warga Gunungpuyuh, Nanang saat melintas kawasan Dago, Minggu (27/6).

Ia berharap kondisi ini bisa dapat dipertahankan, meski disisi lain merasa prihatin lantaran para pedagang tidak bisa mengais rezeki. “Ya mudah-mudahan ada solusinya, sehingga kawasan Dago bisa dinikmati tanpa kesemrawutan, tapi pedagang bisa mengais rezeki. Intinya ditata dengan sebaik mungkin,” harapnya.

Ditempat terpisah, Neneng warga Cikole pun mengungkapkan yang sama. Menurut dia, kawasan Dago adalah bagian terdekat dari pusat pemerintahan Balaikota Sukabumi, untuk itu kenyamanan dan keindahan benar-benar harus tercermin di kawasan itu.

Kalaupun harus mempertimbangan kondisi ekonomi pedagang, baiknya pemerintah membuat rekayasa terbaik dengan membuat aturan berdagang. “Misalnya pedagang dikelompokkan atau sistem shift yang memperhatikan protokol kesehatan karena tidak berdesak desakan dan berkerumun terlebih di masa pandemi harus dihindari,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah mengatakan, pedestrian Dago lokasinya di depan Balai Kota Sukabumi jangan sampai menciptakan kekumuhan baru dan kerumunan baru yang membahayakan di masa pandemi. “Penataan bisa dimulai dengan penempatan pedagang yang ideal dan berjarak,” terang Iman yang juga pengamat sejarah Sukabumi.

Selain itu titik parkir yang tidak terkumpul di satu titik dan petugas protokol Covid yang jaga konsisten. Selebihnya bisa penataan kabel, memperbanyak tempat cuci tangan, dan membuat safety line sehingga pengunjung bisa dengan mudah mengikuti panduan. (bam/*/t)