Kantor BPN Kabupaten Sukabumi Dikepung Pendemo di Hari Tani Nasional ke-62

Mahasiswa dari IMM dan KBM Fakultas Pertanin Universitas Muhammadiyah Sukabumi
ORASI : Mahasiswa dari IMM dan KBM Fakultas Pertanin Universitas Muhammadiyah Sukabumi saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor ATR/BPN Kantah Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Surya Kencana, Nomor 2, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, diwarnai aksi demonstrasi pada Rabu (28/09) siang.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke 62, di Kantor Agraria Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kantah Kabupaten Sukabumi diwarnai aksi demonstrasi sejumlah mahawasa pada Rabu (28/09) siang.

Berdasarkan pantuan Radar Sukabumi di lokasi, sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanin Universitas Muhammadiyah Sukabumi, melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor ATR/BPN Kantah Kabupaten Sukabumi yang berlokasi, di ruas Jalan Raya Surya Kencana, Nomor 2, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, .

Bacaan Lainnya

Saat melakukan orasi, ratusan mahasiswa tersebut sempat melakukan aksi saling dorong dengan petugas Polres Sukabumi Kota. Hal ini, terjadi lantaran mereka merasa geram dengan petugas ATR/BPN Kabupaten Sukabumi yang tidak kunjung menemui para pendemo.

Ketua Umum PC IMM Sukabumi Raya, Yusuf Supardin mengatakan, Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas kedua di pulau Jawa dan Bali. Tentunya Kabupaten Sukabumi memiliki sebidang tanah yang luas, maka seharusnya petani di Kabupaten Sukabumi merasakan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Namun pada faktanya, ketimpangan hak atas tanah di Sukabumi sering terjadi, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya perkebunan di Sukabumi yang mencapai 63 perkebunan HGU, HGB dan HGP,” katanya.

Jika dilihat dilapangan, banyak perkebunan yang terindikasi sudah tidak aktif dan tidak beroperasi sesuai dengan peruntukannya. Seharusnya ATR/BPN Kantah Kabupaten Sukabumi bisa mengeluarkan SK.

“Tanah terlantar pada perkebunan yang sudah tidak beroperasi dan mencabut ijin HGU dan HGB-nya,” tandasnya.

Berdasarkan hal tersebut, maka PC IMM Sukabumi Raya dan KBM FAPERTA Universitas Muhammadiyah Sukabumi pada Hari Tani Nasional ke 62 tahun, telah menuntut agar menjalankan UUPA Nomor 5 Tahun 1960 dam Perpres Nomor 86 Tahun 2018 dan tuntaskan konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Sukabumi serta selesaikan konflik agraria pasca redistribusi lahan tahun 2020 di wilayah Kecamatan Warungkiara.

“Segera keluarkan SK tanah terlantar terhadap perkebunan yang sudah terindikasi tidak beroperasi atau terlantar dan segera cabut izin HGU, HGB serta HGP di Kabupaten Sukabumi,” timpalnya.

Bukan hanya itu, mereka juga mendasak Ketua GTRA Kabupaten Sukabumi dalam hal ini Bupati Sukabumi untuk segera membuat tim khusus penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Sukabumi.

“Kami juga mendesak ATR/BPN untuk segara menyelesaikan redistribusi 3 titik prioritas tora di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Mahasiswa saat melakukan
Mahasiswa saat melakukan saling dorong dengan Aparat

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa pada BPN Kabupaten Sukabumi, Mulyo Santoso didampingi Kepala Seksi Penataan Hak Pertanahan dan Pendaftaran Tanah pada BPN Kabupaten Sukabumi, Jumalianto mengtakan, pada dasarnya BPN Kabupaten Sukabumi telah menyikapi positif soal aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut di halaman ATR/BPN Kantah Kabupaten Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, terdapat beberapa hal yang dibahas soal program strategis nasional. Diantaranya permasalahan PTSL, pengadaan tanah jalan tol ataupun redistribusi tanah yang merupakan bagian untuk kepentingan dari petani dan penggarap tanah.

“Kami mengakui konflik reforma agraria ini merupakan permasalahan yang kompleks. Apalagi Kabupaten Sukabumi memiliki lahan terluas kedua di wilayah Jawa-Bali setelah daerah Banyuwangi,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *