Jurnalis Sukabumi Berduka, Wartawan Radar Sukabumi Berpulang

Lupi Pajar Hermawan
Almarhum Lupi Pajar Hermawan semasa hidupnya.

Dikenal Kritis, Lupi juga Aktif di Berbagai Organisasi Kemasyarakatan

Dunia junalis di Sukabumi tengah berduka, khususnya keluarga besar Radar Sukabumi (PT Sukabumi Ekspres Media), Jawa Pos Grup.

Salah satu karyawan terbaiknya Lupi Pajar Hermawan kemarin (16/1) menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD R Syamsudin SH pada Pukul 16.20 WIB.

Bacaan Lainnya

Almarhum pun kini sudah disemayamkan di rumah duka di Kampung Cimenteng, Desa Padaasih Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

IKBAL ZAELANI, Sukabumi

Lupi-Pajar-HermawanPerjalanan menjadi Jurnalis di Radar Sukabumi selama 5 tahun yang dilakoni oleh Lupi Pajar Hermawan memberikan catatan yang begitu mendalam. Untuk ukuran seorang jurnalis, mungkin usia 5 tahun boleh dikatakan singkat.

Tapi, dengan jiwa sosial dan nalar kritisnya yang tinggi, ia mampu memberikan dampak terhadap pembaca.

Pria berperawakan gempal dengan rambut plontos tersebut, meninggal akibat menderita penyakit TB Tulang yang membuatnya harus terbaring tak berdaya di atas kasur selama kurang lebih 3 bulan.

Namun, semangat untuk sembuh terus diperlihatkan oleh dirinya. Bahkan, kaki yang sudah tidak bergerak sama sekali, sempat bisa berdiri dan mencoba untuk berjalan.

Tetapi takdir berkata lain, empat hari ke belakang almarhum kembali masuk rumah sakit, lantaran kondisi badannya ngedrop dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Upi panggilan akrabnya itu, tutup usia di usia 30 tahun dan meninggalkan istri serta dua anaknnya yang masih kecil.

“Kami keluarga besar media Radar Sukabumi sangat kehilangan sosok almarhum yang begitu baik dan memiliki loyalitas tinggi ke perusahaan,” kata sahabat Lupi sekaligus Redaktur Pelaksana Radar Sukabumi, Nurpalah.

Di masa hidupnya, Upi terkenal sangat kritis dalam menyikapi kondisi sosial maupun politik di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Melalui karya-karya tulisannya itu, ia mampu memberikan edukasi bagi masyarakat Sukabumi.

“Dia sangat pintar dan kritis. Kami sangat kehilangan jurnalis muda yang handal seperti Upi,” ungkapnya.

Lupi Pajar Hermawan
Jurnalis Radar Sukabumi, Lupi Pajar Hermawan ikut ujuk rasa menentang kebijakan rencana UU KUHP bersama jurnalis lainnya.

Selain menjadi jurnalin, semasa hidup dirinya juga aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan. Salah satunya, dirinya merupakan inisiator demokrasi sehat dan Koordinator Gusdurian Sukabumi Raya.

Salah satu sahabatnya, Herlan Heriyadi pun mengaku begitu terpukul dan sedih ketika mendengar sahabat seperjuangannya telah pergi meninggalkan dunia.

Herlan mengatakan, sosok almarhum sosok yang cerdas, bijaksana, penyabar, tegas dan solid kepada teman. “Kami satu angkatan di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Almarhum juga merupakan Koordinator Gusdurian Sukabumi Raya dan inisiator demokrasi sehat. Kini sahabat terbaik itu telah pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi,” katanya.(bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.