“Warga kembali harus menyeberangi sungai dengan berjalan kaki untuk melakukan aktivitasnya, bahkan anak sekolah pun terpaksa melintasi derasnya air,” tandasnya.
Pihaknya menambahkan, saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Maka dapat dipastikan debit air di sungai Cicurug akan naik. Sehingga membuat warga khawatir dan dihantui rasa cemas untuk melintasi sungai tersebut.
“Iya, mau tidak mau warga mesti berhenti menyeberangi sungai Cicurug sambil menunggu air surut dan dianggap aman. Kami juga sudah melaporkan kejadian dan kondisi ini kepada pimpinan. Namun, hingga saat ini belum ada respon yang jelas. Mudah-mudahan nanti ada bantuan untuk pembangunan jembatan. Karena, kasian warga di sana untuk bisa beraktivitas harus bertaruh nyawa melintasi sungai Cicurug,” pungkasnya. (den/d)






