Jembatan Pamipiran Cimandiri Nyaris Ambruk

  • Whatsapp
Seorang pengendara sepeda motor saat berhati-hati melintasi jembatan Pamipiran yang menghubungkan Kecamatan Gegerbitung dengan Kecamatan Cireunghas, Senin (26/10).

SUKABUMI — Jembatan Pamipiran yang menghubungkan Kecamatan Gergerbitung dengan Kecamatan Cireunghas nyaris ambruk. Jembatan yang melintasi sungai Cimandiri memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar sekitar lima meter ini, kondisinya sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Seorang tokoh masyarakat, Hanhan Suhandi (42) warga Kampung Cimapag mengatakan, jembatan Pamipiran yang menghubungkan dua kecamatan rusak karena kondisinya sudah lapuk termakan usia. “Kondisi jembatan semakin parah setelah diterjang banjir dari luapan sungai Cimandiri pada satu pekan terakhir,” kata Hanhan kepada Radar Sukabumi, Senin (26/10).

Bacaan Lainnya

Alas jembatan yang terbuat dari alas kayu itu, sudah banyak yang bolong. Kondisi ini, selain menghambat pertumbuhan ekonomi warga sekitar, juga dapat mengancam keselamatan warga saat melintasi jembatan yang rusak parah itu.

“Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, akhirnya jembatan itu sekarang hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua saja. Kalau untuk kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Karena, kalau dipaksakan dikhawatirkan ambruk ke sungai,” paparnya.

Sementara itu, seorang tukang ojeg pangakalan Sofyan (24) warga Kampung Pasirmuncang, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung menjelaskan, sudah bertahun-tahun kondisi jembatan Pamipiran ini, tidak diperbaiki pemerintah.

Sehingga tidak ayal jembatan kondisinya rusak parah. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital warga menuju tempat publik. Seperti Puskesmas, pasar, pendidikan dan area publik lainnya.

“Jembatan ini, merupakan akses alternatif warga menuju tempat publik. Khususnya warga dari empat desa. Yakni, warga Desa Buniwangi, Gegerbitung, Caringin dan warga dari Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung,” jelasnya.

Selain dimanfaatkan warga menuju tempat publik, juga sebagai akses warga untuk mempermudah dalam mengangkut hasil pertanian untuk di jual ke pasar.

“Kami khawatir, jika jembatan ini tidak segera diperbaiki dapat mengancam keselamatan warga. Kami bersama pemerintah desa sudah beberapa kali mengusulkan proposal kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, untuk bantuan perbaikan jembatan ini. Namun, hingga saat ini belum juga ada tanggapan yang serius,” ujarnya.

Untuk itu, ia bersama warga lainnya berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar segera memperbaiki dan membangun jembatan Pamipiran yang kondisinya sudah rusak tersebut.

“Warga sudah memasang papan himbauan di lokasi ini, agar badan jembatan tidak dilintasi kendaraan roda empat. Saya berharap kepada pemerintah agar dapat melihat dan meninjau ke kondisi jembatan yang rusak itu. Iya, kalau tidak segera diperbaiki maka dikhawatirkan jembatan itu ambruk,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *