Masih ditempat yang sama, Ahmad (40) menjelaskan, jembatan Cikupa merupakan satu-satunya akses vital warga untuk menuju tempat publik. Seperti ke pasar, sekolah, layanan kesehatan dan area publik lainnya. “Iya, kalau tidak ada jembatan ini, warga tidak ada pilihan lain kalau mau pergi ke pasar atau lainnya, harus rela turun ke sungai untuk basah-basahan menyebrangi sungai Cikupa,” jelasnya.
Untuk itu, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk dilintasi tiga kampung yang ada di wilayah tersebut. Yakni, Kampung Pasir Ipis dengan Kampung Bandang yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 800 jiwa.
Menurutnya, dampak dari kondisi jembatan rusak tersebut kerap sekali menyebankan kecelakaan. Khususnya untuk pengendara sepeda motor. Hal ini terjadi karena selain licin dan kondisi jembatannya rusak, juga di sekitaran jembatan tidak ada penerangan jalan umum (PJU).
“Kalau yang meninggal dunia, itu baru satu orang. Nah, kalau yang terjatuh mah banyak saat melintasi jembatan itu. Makanya, warga disini harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan itu,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Sugilar mengatakan, pihaknya membenarkan terkait kondisi jembatan tersebut rusak. Untuk mengantisipasi korban lainnya, pemerintah Desa Tegalpanjang berencana akan memperbaiki jembatan tersebut, pada tahun ini.
“Sebenarnya, perbaikan jembatan di Kampung Bandang itu, sudah masuk pada rencana desa untuk perbaikan pada tahun 2024 ini,” jelasnya.
“Insya Allah, tahun sekarang akan diperbaiki hingga renfana untuk pelebaran jembatannya,” pungkasnya. (Den)






