BERITA UTAMA

Jelang Nataru, Lapas Sukabumi Perketat Pengamanan

×

Jelang Nataru, Lapas Sukabumi Perketat Pengamanan

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas IIB Sukabumi
Sejumlah petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi saat melakukan peningkatan pengamanan, Rabu (15/12).

NYOMPLONG — Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, meningkatkan pengamanan dengan cara melakukan perawatan dan rolling gembok kamar hunian narapidana serta disiplin menggunakan sidik jari portir pada aplikasi Sistem Databa Pemasyarakatan (SDP).

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Christo Victor Nixon Toar menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk melakukan deteksi dini guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang Nataru.

Bank bjb Tandamata

“Lapas Sukabumi merupakan salah satu tempat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sebab itu, gangguan keamanan dan ketertiban menjadi inti utama yang harus kami perhatikan apalagi sebentar lagi akan menghadapi hari besar Natal dan Tahun Baru 2022,” jelas Christo kepada Radar Sukabumi, Rabu (15/12).

Lanjut Christo, Lapas Kelas IIB Sukabumi memiliki kapasitas untuk 200 orang. Namun, saat ini mengalami over kapasitas mencapai 150 persen.

“Karena itu, gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas yang mengalami over kapasitas menjadi perhatian khusus.

Menyikapi hal ini, jajaran Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Minkamtib) berkolaborasi bersama Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan Bimbingan Narapidana Anak Didik melakukan perawatan dan rolling gembok kamar hunian narapidana serta disiplin menggunakan sidik jari portir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Trian Pratikta menambahkan, kegitan ini dilaksanakan untuk memastikan keamanan dengan mengecek dan melakukan perawatan gembok dan jeruji besi tidak ada yang rusak.

“Terpenting gembok semua kami lakukan pertukaran secara acak untuk mencegah penduplikasian atau pengerusakan kunci yang bisa berakibat percobaan pelarian warga binaan,” tambahnya.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Purworestu, Adi Putra mengatakan, sistem database pemasyarakatan (SDP) yang berada di Pintu Utama (P2U) harus selalu diterapkan sebagai alat kontrol warga binaan pemasyarakatan yang akan keluar ataupun masuk dalam hal ini melakukan asimilasi luar, sidang, berobat dan bebas.

“Agar kita mudah mengetahui siapa saja warga binaan yang melewati pintu utama, serta untuk memastikan bahwa warga binaan yang melakukan asimilasi tersebut telah kembali masuk ke dalam lapas,” pungkasnya. (bam)